Hadiri Forum Diplomatik Kedubes Korea, Indra A. Oktariawan Dorong Penguatan Kerja Sama Pangan Indonesia–Korea
JAKARTA – TOPIK PUBLIK
President Muda Visioner Penggerak Nasional, Indra A. Oktariawan, menghadiri undangan diplomatik dari Kedutaan Besar Republik Korea dalam forum Policy Dialogue on Agriculture and Food Trade for the Next Phase of Korea–Indonesia Relations yang berlangsung di Ruang Pertemuan Kedutaan Besar Republik Korea, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).
Forum dialog kebijakan tersebut menjadi wadah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral antara Indonesia dan Republik Korea, khususnya dalam bidang pertanian, ketahanan pangan, serta perdagangan internasional. Kegiatan ini juga menegaskan komitmen kedua negara dalam membangun kemitraan yang inklusif, berkelanjutan, dan saling menguntungkan di tengah tantangan global.

Kehadiran Indra A. Oktariawan dalam forum tersebut menunjukkan komitmennya dalam mendukung diplomasi publik sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional. Selain itu, partisipasinya menjadi representasi peran aktif generasi muda Indonesia dalam mendorong pembangunan nasional melalui kolaborasi dan dialog strategis di tingkat global.
Dalam kesempatan tersebut, Indra menegaskan bahwa tantangan global di sektor pangan dan perdagangan tidak dapat dihadapi secara sendiri-sendiri. Menurutnya, diperlukan sinergi yang kuat antarnegara dengan mengedepankan semangat kemitraan, saling menghormati, dan kepentingan bersama.
“Forum seperti ini merupakan ruang strategis untuk memperkuat hubungan persahabatan serta membangun kolaborasi yang produktif antara Indonesia dan Republik Korea. Kami meyakini bahwa diplomasi yang didukung oleh pertukaran pengetahuan, inovasi, dan kerja sama lintas sektor akan memberikan kontribusi positif bagi ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, serta pembangunan berkelanjutan kedua negara,” ujar Indra A. Oktariawan.
Melalui forum ini, diharapkan hubungan bilateral Indonesia dan Republik Korea semakin erat serta mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas di sektor pertanian, perdagangan pangan, inovasi, dan pembangunan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat posisi kedua negara dalam menghadapi dinamika ekonomi dan ketahanan pangan global.( YL)
