Ketika Kepedulian Menjadi Pengabdian, Brigadir Abdul Rahim Menginspirasi Negeri

IMG-20260630-WA0021

SUKABUMI- TOPIK PUBLIK

Di tengah tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, masih ada sosok anggota Polri yang memilih untuk hadir dengan hati.

Dialah Brigadir Abdul Rahim, anggota Polsek Warudoyong Polres Sukabumi Kota, yang terus membuktikan bahwa pengabdian sejati tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum, tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan, saat di wawancara awak media Topik Publik News pada Selasa (30/6/2026).

Lokasi Ruko Cibalung Dayeuhluhur Kota Sukabumi

Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Brigadir Abdul Rahim kembali menunjukkan kepeduliannya setelah menerima informasi mengenai seorang pria lanjut usia yang terlantar di sebuah ruko di Jalan Cibalung, Kelurahan Dayeuhluhur, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Ia mengungkapkan ada seorang pria lansia diketahui telah bertahan hidup selama tiga hari tanpa kepastian, bahkan dua hari tanpa makan. Dalam kondisi lemah, ia hanya mampu terbaring tanpa ada keluarga ataupun orang yang mendampinginya.

Mendengar informasi dan kondisi tersebut, Brigadir Abdul Rahim tanpa ragu langsung mendatangi lokasi. Ia membawa makanan, memberikan perhatian, serta mengajak pria itu berbincang untuk mengetahui identitas dan latar belakangnya. Dari percakapan itu diketahui bahwa pria tersebut mengaku berasal dari Bojong.

Harapan pun muncul agar melalui kerja sama berbagai pihak, ia dapat dipertemukan kembali dengan keluarganya dan memperoleh kehidupan yang lebih layak”, harapnya

Lansia Tuna Wisma saat ditemui Brigadir Abdul Rahim

Ia menegaskan, kepedulian seperti ini bukanlah hal baru bagi Brigadir Abdul Rahim. Selama bertugas, ia dikenal sebagai sosok polisi yang aktif membantu Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), warga terlantar, kaum lansia, hingga masyarakat kurang mampu. Berbagai kegiatan sosial yang dilakukannya lahir dari kepedulian yang tulus, bukan karena tuntutan tugas ataupun momentum tertentu.

“Bagi saya, membantu masyarakat adalah bagian dari pengabdian. Setiap manusia berhak mendapatkan perhatian, dihormati martabatnya, dan diperlakukan secara manusiawi,” menjadi semangat yang tercermin dalam setiap langkah pengabdiannya”, tegasnya.

Kepedulian Brigadir Abdul Rahim diharapkan dapat menjadi inspirasi sekaligus mendorong terjalinnya sinergi yang lebih kuat antara kepolisian, pemerintah daerah, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, perangkat kelurahan, relawan, dan seluruh elemen masyarakat dalam menangani ODGJ, warga terlantar, serta masyarakat yang membutuhkan.

Kolaborasi lintas sektor menjadi langkah penting agar penanganan sosial dapat dilakukan secara cepat, tepat, berkelanjutan, dan menyeluruh.

Semangat kemanusiaan yang ditunjukkan Brigadir Abdul Rahim menjadi cerminan wajah Polri yang Presisi, hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan sahabat masyarakat.

Di momentum Hari Bhayangkara ke-80, kisah Brigadir Abdul Rahim menjadi pengingat bahwa pengabdian sejati lahir dari ketulusan hati.

Ketika kepedulian menjadi pengabdian, kehadiran Polri tidak hanya menghadirkan rasa aman, tetapi juga menumbuhkan harapan bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan. Langkah sederhana yang dilakukannya menjadi bukti bahwa kepedulian mampu menginspirasi negeri.( YL)