Kadis Pertanian Sukabumi: Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Stok Pupuk Subsidi Dipastikan Aman
SUKABUMI –TOPIK PUBLIK
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, H. Aep Majmudin, S.E., M.M., menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Sukabumi dalam memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program strategis yang mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai awak media Topik Publik News usai kegiatan Penanaman Perdana bersama masyarakat dan Forkopimda di Kampung Baru Ajol, Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi, Kamis (2/7/2026).
Menurut Aep Majmudin, pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Sukabumi selaras dengan Asta Cita Presiden, khususnya poin kedua mengenai ketahanan pangan, sekaligus mendukung visi Bupati Sukabumi yang menjadikan agroindustri dan pariwisata sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi daerah.
“Hari ini Kabupaten Sukabumi fokus pada delapan komoditas unggulan, dengan padi dan jagung sebagai komoditas utama. Luas baku sawah kita mencapai sekitar 62 ribu hektare, sehingga penguatan sektor pertanian menjadi prioritas untuk mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dukungan pemerintah pusat saat ini difokuskan pada penyediaan benih unggul, pupuk bersubsidi, pembangunan dan perbaikan irigasi, serta berbagai sarana dan prasarana pendukung pertanian. Seluruh program tersebut juga didukung penuh oleh Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

“Semua ini merupakan bagian dari upaya kami membantu mewujudkan visi Pak Bupati sekaligus mendukung target pemerintah pusat dalam mencapai swasembada pangan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Aep mengungkapkan, capaian sektor pertanian Kabupaten Sukabumi menunjukkan hasil yang membanggakan. Pada 2025, Kabupaten Sukabumi menjadi daerah dengan peningkatan produksi terbesar kedua secara nasional dan hingga kini terus mendapat perhatian serta pemantauan dari pemerintah pusat.
Bahkan, hingga Juni 2026, produksi padi Kabupaten Sukabumi tercatat sebagai yang tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Ia berharap capaian tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan hingga akhir tahun.
Menanggapi isu kelangkaan pupuk, Aep memastikan stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Sukabumi dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan petani.
“Untuk pupuk bersubsidi tidak ada masalah. Kebutuhan berdasarkan e-RDKK sekitar 137 ribu ton, sementara alokasi tahun ini sekitar 85 ribu ton dari pemerintah. Sampai hari ini stok tersedia dan sangat mencukupi,” jelasnya.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat petani yang belum dapat mengakses pupuk bersubsidi karena belum tergabung dalam kelompok tani. Padahal, seluruh bantuan pemerintah disalurkan berdasarkan data kelompok tani yang terdaftar melalui aplikasi e-RDKK.
“Kami mengimbau para petani yang belum tergabung agar segera masuk ke kelompok tani. Selanjutnya kelompok tani didaftarkan melalui Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) di masing-masing kecamatan.
Dengan demikian, data petani dapat masuk ke sistem e-RDKK sehingga mereka dapat memperoleh haknya untuk mendapatkan pupuk bersubsidi sesuai ketentuan,” pungkasnya. (YL)
