Peluang Regenerasi Petani Menguat, Gapoktan Bagja Sutra Dorong Pertanian Terintegrasi di Sukabumi
SUKABUMI – TOPIK PUBLIK
Ketua Harian Gapoktan Bagja Sutra, Lulu, berharap program ketahanan pangan nasional mampu menjadi momentum bagi para petani untuk berperan lebih besar dalam pembangunan sektor pertanian, khususnya di Kabupaten Sukabumi.

Hal tersebut disampaikannya usai kegiatan Penanaman Perdana yang digelar di Kampung Baru Ajol, Desa Sudajaya Girang, Kecamatan Sukabumi, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, para petani di Sukabumi memiliki semangat yang tinggi untuk menjadi pelaku utama dalam menyukseskan program ketahanan pangan. Namun, cita-cita tersebut hanya dapat terwujud apabila sektor pertanian dikembangkan secara terintegrasi dengan berbagai sektor pendukung.
“Pertanian tidak bisa berjalan sendiri. Harus terintegrasi dengan peternakan, industri pengolahan, hingga sektor pariwisata agar memberikan nilai tambah bagi para petani,” ujar Lulu.
Ia menjelaskan, integrasi pertanian dan peternakan akan menciptakan siklus produksi yang lebih efisien.
Limbah peternakan seperti kotoran dan urin ternak dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, sementara hasil pertanian dan peternakan dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi yang diserap oleh industri maupun dikembangkan melalui konsep agrowisata.

Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga mampu mendongkrak pendapatan masyarakat tani. Dengan meningkatnya kesejahteraan petani, sektor pertanian diyakini akan menjadi profesi yang lebih menjanjikan bagi generasi muda.
“Harapan kami, ketika ekonomi petani meningkat, akan tumbuh minat generasi muda untuk kembali terjun ke dunia pertanian. Inilah yang akan menciptakan regenerasi petani sebagai penerus pembangunan pertanian di masa depan,” katanya.
Lulu juga menegaskan bahwa Gapoktan Bagja Sutra terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi serta berbagai pemangku kepentingan.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan pertanian tidak hanya bergantung pada Dinas Pertanian, tetapi memerlukan dukungan kebijakan lintas sektor.
Ia menyebutkan, sinergi dengan sektor pariwisata, pembangunan infrastruktur, hingga kebijakan pemerintah daerah yang tepat sasaran menjadi faktor penting dalam mewujudkan pertanian yang berdaya saing dan berkelanjutan.
“Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar pertanian di Kabupaten Sukabumi semakin maju, mampu meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah maupun nasional,” tutupnya. ( YL)
