Relawan KDM Sukabumi Ajak Pengusaha Batu Hijau Cikembar Jaga Sungai dan Kelestarian Lingkungan

IMG-20260724-WA0041

 

SUKABUMI – TOPIK PUBLIK

Barisan Gawe Rancage Jabar Istimewa/Relawan KDM Kabupaten Sukabumi mengajak seluruh pengusaha dan pengrajin pemotongan batu hijau di Kecamatan Cikembar untuk mengelola limbah hasil produksi secara bertanggung jawab guna menjaga kelestarian sungai dan lingkungan.

Ajakan tersebut disampaikan melalui imbauan yang diterbitkan pada Jumat (24/7/2026), sebagai bentuk kepedulian terhadap meningkatnya aktivitas pemotongan dan pengolahan batu hijau yang berpotensi menghasilkan limbah berupa lumpur batu, air keruh, serta sisa potongan batu.

Apabila tidak dikelola dengan baik dan dibuang langsung ke aliran sungai, limbah tersebut dikhawatirkan dapat mencemari lingkungan, menurunkan kualitas air, serta merusak ekosistem perairan.

Perwakilan Barisan Gawe Rancage Jabar Istimewa/Relawan KDM Kabupaten Sukabumi, Suherman

Dalam wawancara bersama awak media di Aula Kecamatan Cikembar, perwakilan Barisan Gawe Rancage Jabar Istimewa/Relawan KDM Kabupaten Sukabumi, Suherman, mengatakan bahwa sungai merupakan sumber kehidupan masyarakat yang harus dijaga bersama. Menurutnya, pengelolaan limbah yang baik bukan hanya untuk melindungi lingkungan, tetapi juga menjamin keberlangsungan usaha batu hijau di masa depan.

Ia menjelaskan, pembuangan limbah tanpa pengolahan dapat menyebabkan pendangkalan sungai yang meningkatkan risiko banjir, merusak habitat ikan dan biota air, menurunkan kualitas air yang dimanfaatkan masyarakat maupun sektor pertanian, serta berpotensi menimbulkan sanksi hukum sesuai Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kita Jaga Alam,Alam Jaga Kita

Melalui imbauan tersebut, para pelaku usaha diajak membangun bak pengendapan limbah minimal tiga tahap sebelum air dibuang, mendaur ulang air bekas pemotongan agar dapat digunakan kembali, mengelola lumpur batu sehingga tidak menumpuk dan memiliki nilai manfaat, serta tidak membuang limbah langsung ke sungai, saluran air, maupun lahan kosong.

Selain itu, Suherman menyampaikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Sukabumi siap memberikan pendampingan teknis serta informasi terkait pengelolaan limbah dan perizinan lingkungan bagi para pelaku usaha.

Ia mengajak seluruh pelaku usaha dan masyarakat untuk menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya bersama. Menurutnya, menjaga kelestarian gunung dan sungai merupakan tanggung jawab semua pihak agar kegiatan ekonomi tetap berjalan tanpa merusak alam.

“Jaga gunung, jaga sungai. Supaya usaha lancar, rezeki terus mengalir. Tanggung jawab menjaga alam adalah tugas kita semua,” tegas Suherman.

Melalui ajakan ini, Barisan Gawe Rancage Jabar Istimewa/Relawan KDM Kabupaten Sukabumi berharap seluruh pengusaha dan pengrajin batu hijau di Cikembar semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, sehingga industri batu hijau dapat terus berkembang secara berkelanjutan sekaligus menjaga kelestarian alam bagi generasi mendatang.

(YL)