PROASN Dimulai di Kota Sukabumi, Wali Kota Ayep Zaki Dorong ASN Profesional, Berintegritas dan Berprestasi

IMG-20260901-WA0027

SUKABUMI — TOPIK PUBLIK

Pemerintah Kota Sukabumi mulai melaksanakan Profiling Aparatur Sipil Negara (PROASN) sebagai bagian dari upaya memetakan potensi dan kompetensi ASN secara lebih objektif.

Kegiatan PROASN dibuka langsung oleh Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, SE., MM., di SMPN 1 Kota Sukabumi, Selasa (1/9/2026). Kegiatan tersebut turut didampingi Kepala BKPSDM Kota Sukabumi Taufik Hidayah, S.T., M.Tr.AP., Kepala SMPN 1 Kota Sukabumi Muhammad Adhi Rohmatullah, S.Pd., serta Plt. Kepala SMPN 2 Kota Sukabumi Arham, S.Pd., M.M.Pd.

Dalam sambutannya, Ayep Zaki menekankan pentingnya membangun ASN yang profesional, jujur, adil, dan memiliki integritas dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.

“ASN Kota Sukabumi harus benar-benar profesional, mengedepankan dan menegakkan kejujuran, kebenaran, serta keadilan,” ujar Ayep.

Menurutnya, pemetaan melalui PROASN diharapkan dapat membuka ruang pengembangan karier bagi ASN yang memiliki kompetensi dan prestasi. Ia menegaskan, ASN yang menunjukkan kinerja baik harus diberikan kesempatan untuk mengembangkan karier, baik di tingkat pemerintah daerah, provinsi maupun kementerian.

“Kita akan membuka ruang seluas-luasnya bagi ASN yang berprestasi untuk dapat berkarier dan berkarya di tingkat pusat, kementerian maupun provinsi,” katanya.

Ayep juga mengingatkan seluruh ASN agar menjaga netralitas dalam menjalankan tugas pemerintahan. Selain itu, etika dan integritas harus menjadi bagian penting dalam setiap pelaksanaan tugas.

“ASN tidak boleh berpolitik. Kalau sudah berpolitik, ini bisa menjadi runyam. Jaga etika, jujur, tidak boleh berbohong dan tidak boleh menipu,” tegasnya.

Bagian dari Manajemen Talenta

Kepala BKPSDM Kota Sukabumi, Taufik Hidayah, menjelaskan PROASN merupakan tindak lanjut dari persetujuan penerapan manajemen talenta di lingkungan Pemerintah Kota Sukabumi.

Menurutnya, Pemkot Sukabumi sebelumnya telah melakukan ekspos terkait manajemen talenta pada Februari dan memperoleh persetujuan pada April. Dengan penerapan manajemen talenta, proses pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) ke depan dapat dilakukan melalui kelompok talenta yang telah dipetakan.

“Ini tindak lanjut persetujuan manajemen talenta di Kota Sukabumi. Salah satu rekomendasinya adalah kita harus melakukan asesmen secara periodik, terutama bagi ASN yang belum pernah mengikuti asesmen,” jelas Taufik.

Ia mengatakan, hasil profiling tersebut nantinya menjadi salah satu dasar dalam pemetaan talenta ASN di Kota Sukabumi, termasuk dalam mendukung proses pengembangan dan pengisian jabatan.

BKN Dorong Percepatan Pemetaan ASN

Sementara itu, perwakilan BKN Kantor Regional III Bandung, Wahyu, S.Kom., M.AP., mengatakan Kanreg III BKN yang mencakup wilayah Jawa Barat dan Banten mendukung pelaksanaan PROASN di Kota Sukabumi.

Menurut Wahyu, PROASN hadir sebagai salah satu upaya mempercepat pemetaan potensi dan kompetensi ASN, terutama di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

Sebelumnya, proses profiling dilakukan melalui mekanisme yang dikenakan tarif PNBP. Melalui PROASN, proses tersebut dapat dilaksanakan tanpa dikenakan tarif PNBP sehingga pemerintah daerah memiliki alternatif untuk mempercepat pemetaan ASN.

“Kami sangat mengapresiasi langkah Kota Sukabumi untuk melakukan percepatan profiling ini agar segera bisa dilakukan pemetaan potensi dan kompetensi para ASN,” kata Wahyu.

Kaban BKPSDM Taufik Hidayah, S.T., M.Tr.AP. (kiri) Walikota Sukabumi H.Ayep Zaki, SE.M.M., (tengah),Wahyu, S.Kom., M.AP., (kanan)

Ia menjelaskan, hasil pemetaan nantinya dapat membantu pemerintah daerah dalam menempatkan ASN sesuai potensi, kompetensi dan kebutuhan organisasi, baik untuk jabatan yang kosong di perangkat daerah maupun jabatan fungsional dan struktural.

Wahyu menambahkan, ASN yang memiliki potensi tinggi diharapkan mampu bekerja cepat, inovatif, solutif, serta memiliki integritas dan moralitas yang baik.

“Orang-orang yang memiliki potensi tinggi adalah mereka yang mampu bekerja, bekerja cepat, inovatif, solutif, serta memiliki integritas dan moralitas,” ujarnya.

Selain pemetaan potensi dan kompetensi, PROASN juga mencakup pemetaan literasi digital. Hal tersebut dilakukan untuk melihat sejauh mana pemahaman ASN terhadap perkembangan dan pemanfaatan teknologi digital dalam menunjang pelaksanaan tugas pemerintahan.

Dengan pelaksanaan PROASN, Pemerintah Kota Sukabumi berharap dapat memiliki gambaran yang lebih komprehensif mengenai potensi dan kompetensi ASN. Hasilnya diharapkan dapat mendukung penerapan manajemen talenta sekaligus menciptakan birokrasi yang semakin profesional, berintegritas, adaptif dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. (YL)