Waris Mulyadi Siap Bertarung Rebut Kursi Ketua PK KNPI Warungkiara 2026–2031, Usung Visi Kemandirian Pemuda dan Kedaulatan Pangan
SUKABUMI – Topikpubliknews.com Dinamika menjelang Musyawarah Kecamatan (Muscam) KNPI Kecamatan Warungkiara mulai menghangat. Salah satu tokoh muda yang juga menjabat sebagai Pengurus Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) KNPI Warungkiara, Waris Mulyadi, menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon Ketua Pengurus Kecamatan (PK) KNPI Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, periode 2026–2031.
Pernyataan tersebut disampaikan Waris Mulyadi saat dikonfirmasi Topikpubliknews.com melalui sambungan telepon pada Senin (3/8/2026).
Dengan penuh optimisme, Waris mengaku mantap mencalonkan diri karena ingin menghadirkan perubahan nyata bagi generasi muda di Kecamatan Warungkiara.
“Saya memiliki visi Mewujudkan Generasi Muda KNPI yang Mandiri, Berdaya, dan Berdaulat Pangan untuk Indonesia Maju.
Visi ini bukan sekadar slogan, tetapi menjadi komitmen untuk melahirkan pemuda yang produktif, mandiri, dan mampu menjadi penggerak pembangunan daerah,” ujar Waris.
Aktif di organisasi serikat buruh sekaligus berkecimpung di dunia politik, Waris menilai pemuda harus menjadi motor penggerak pembangunan, tidak hanya dalam bidang sosial dan kepemudaan, tetapi juga mampu menciptakan kemandirian ekonomi melalui sektor pangan dan kewirausahaan.
Menurutnya, KNPI harus menjadi wadah yang mampu melahirkan generasi muda yang berdaya saing, inovatif, dan memiliki kontribusi nyata terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) di Kabupaten Sukabumi, khususnya di Kecamatan Warungkiara.
“Saya ingin KNPI menjadi rumah besar bagi seluruh pemuda. Bersama-sama kita bangun Warungkiara yang lebih maju, melahirkan pemuda yang mandiri, berdaya, dan mampu mewujudkan kedaulatan pangan. Saatnya pemuda bergerak, saatnya Warungkiara gaskeun!” tegasnya.
Majunya Waris Mulyadi diperkirakan akan menambah dinamika dan semangat kompetisi dalam kontestasi pemilihan Ketua PK KNPI Warungkiara. Sejumlah kalangan menilai, kehadiran figur muda dengan latar belakang organisasi dan pengalaman di dunia pergerakan dapat menjadi energi baru bagi organisasi kepemudaan di wilayah tersebut.
( SH ).
