Milad ke-8 SBMGI, Pembina Apresiasi Program Pemberdayaan Buruh hingga Beasiswa S1 Hukum
SUKABUMI – TOPIK PUBLIK
Serikat Buruh Mandiri PT Glostar Indonesia (SBMGI) memasuki usia ke-8 pada Minggu (2/8/2026). Momentum tersebut mendapat apresiasi dari Pembina, Pendiri sekaligus Penasihat Hukum SBMGI, Iyus Yuswandi, S.H., yang menilai perjalanan organisasi telah melahirkan sejumlah terobosan dalam meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian para anggotanya.
Menurut Iyus, program yang dijalankan SBMGI menjadi langkah positif sekaligus pembeda dibandingkan organisasi buruh lainnya, khususnya melalui program pemberdayaan anggota yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan penghasilan dari upah normatif.
“Sebagai pembina dan pendiri, tentunya saya sangat mengapresiasi kinerja SBMGI yang telah menjalankan berbagai program terobosan. Ini menjadi pembeda karena ada program pemberdayaan anggota di luar penghasilan upah normatif,” ujar Iyus.
Ia menjelaskan, salah satu fokus program SBMGI adalah meningkatkan kapasitas dan keterampilan anggota melalui multi-skill, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan ekonomi.
Upaya tersebut diwujudkan melalui pembentukan koperasi konsumen sebagai bagian dari strategi membangun kemandirian ekonomi, termasuk penguatan UMKM binaan serta mendorong anggota buruh agar memiliki keterampilan usaha yang dapat dikembangkan secara mandiri.
“Pemberdayaan ini diarahkan agar anggota tidak hanya bergantung pada penghasilan sebagai pekerja, tetapi juga memiliki kemampuan dan peluang untuk mengembangkan usaha secara mandiri,” jelasnya.
“Dorong Pendidikan dan Pendampingan Hukum”
Selain sektor ekonomi, SBMGI juga memberikan perhatian terhadap aspek pendidikan dan pemberdayaan hukum bagi para anggotanya.
Iyus mengatakan, program tersebut meliputi advokasi hukum, pelatihan mengenai norma-norma ketenagakerjaan dan peraturan perundang-undangan, hingga pendampingan dalam kasus perselisihan hubungan industrial.
Langkah tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman buruh mengenai hak dan kewajibannya sehingga mampu menghadapi berbagai persoalan ketenagakerjaan dengan pemahaman hukum yang memadai.
Tak hanya itu, SBMGI juga menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi untuk membuka kesempatan pendidikan bagi anggota melalui program beasiswa jenjang S1 Hukum.
Program beasiswa tersebut diharapkan dapat menjadi investasi sumber daya manusia sekaligus mempersiapkan kader-kader buruh yang memiliki kompetensi di bidang hukum dan mampu berkontribusi dalam perjuangan serta perlindungan hak-hak pekerja di masa mendatang.
“Pemberdayaan pendidikan ini penting untuk mempersiapkan karier anggota di masa depan, khususnya bagi kaum buruh. Dengan pendidikan yang lebih tinggi, mereka diharapkan memiliki kapasitas dan kompetensi yang semakin baik,” kata Iyus.
“Delapan Tahun, Terus Berinovasi”
Memasuki usia ke-8, Iyus berharap SBMGI dapat terus mempertahankan semangat kebersamaan dan meningkatkan berbagai program pemberdayaan yang telah berjalan.
Menurutnya, organisasi buruh tidak hanya memiliki peran dalam memperjuangkan hak-hak pekerja, tetapi juga dapat menjadi wadah untuk meningkatkan kapasitas, kesejahteraan, pendidikan, serta kemandirian ekonomi anggotanya.
Ia pun menyampaikan ucapan selamat atas Milad ke-8 SBMGI dan berharap organisasi tersebut semakin solid, profesional, serta mampu menghadirkan program-program yang memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota.
“Selamat Milad ke-8 SBMGI. Semoga semakin solid, semakin maju, dan terus melahirkan program-program pemberdayaan yang memberikan manfaat bagi anggota dan keluarganya,” pungkas Iyus. ( SH)
