Kejuaraan Pencak Silat Seni Dispora Cup II Digelar di Sukabumi, Jadi Benteng Pelestarian Warisan Budaya Dunia

IMG-20260708-WA0018

KOTA SUKABUMI – TOPIK PUBLIK Kejuaraan Pencak Silat Seni Dispora Cup II resmi digelar di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi pada 8–10 Juli 2026. Ajang yang diikuti sekitar 300 pesilat dari 14 perguruan se-Sukabumi Raya ini menjadi bagian dari upaya pelestarian pencak silat sebagai warisan budaya tak benda dunia sekaligus wadah pembinaan atlet dan karakter generasi muda.

Ketua Panitia Kejuaraan, Drs. H.M. Helmi Sutikno, M.M., MBA., CQM., dari Padepokan Pencak Silat Sangka Buana Indonesia yang juga menjabat Sekretaris Jenderal IPSI Provinsi, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kejuaraan ini merupakan bagian dari program pembinaan berkelanjutan yang telah disusun selama satu tahun.

Menurutnya, Kota Sukabumi menargetkan sedikitnya enam event pencak silat setiap tahun, mulai dari Wali Kota Cup, Dispora Cup, Dandim Cup, Kapolres Cup, IPSI Cup, hingga kejuaraan yang melibatkan kalangan pesantren.

“Tujuannya bukan hanya mencetak atlet berprestasi, tetapi juga menjaga eksistensi pencak silat sebagai warisan budaya tak benda dunia milik Indonesia. Jangan sampai negara lain mengambil atau mengklaim budaya yang telah diakui dunia ini. Salah satu bentuk pertahanan adalah dengan terus menggelar event secara rutin,” ujar Helmi.

Ia menambahkan, meski Kota Sukabumi bukan kota besar, namun konsistensinya dalam menyelenggarakan berbagai kejuaraan pencak silat menjadi kebanggaan tersendiri dan dapat menjadi contoh dalam upaya pelestarian budaya nasional.

Helmi juga mengungkapkan bahwa proses persiapan kejuaraan diawali dengan pembentukan panitia, kemudian mengajak seluruh paguron atau perguruan pencak silat untuk terlibat aktif. Langkah tersebut dinilai penting sebagai pembinaan internal agar seluruh perguruan tetap eksis melalui kompetisi yang sehat.

“Festival seperti ini membutuhkan biaya yang besar. Karena itu dukungan seluruh perguruan sangat penting. Semakin banyak peserta, semakin besar semangat kita untuk terus melestarikan pencak silat,” katanya.

Kejuaraan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, yang memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan event sebagai bagian dari pembinaan olahraga prestasi dan pelestarian budaya daerah.

H.Faisal Sarif, M.Sc,. Saat Di Wawancara Awak Media 

Sementara itu, Faisal Sarif, Ketua Pakar yang mewakili Ketua Umum IPSI sekaligus Ketua Pengarah Festival, menegaskan pentingnya menjaga pencak silat sebagai identitas bangsa Indonesia.

“Pencak silat adalah peninggalan budaya Indonesia yang telah diakui dunia. Mari kita bersama-sama menjaga dan membinanya agar predikat warisan budaya tak benda tetap menjadi milik Indonesia. Terima kasih kepada Pemerintah Kota Sukabumi serta seluruh perguruan pencak silat se-Sukabumi Raya yang terus memberikan dukungan. Bertandinglah secara sportif dan junjung tinggi martabat pencak silat,” tambahnya.

Selain menjadi ajang kompetisi, kejuaraan ini juga diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda melalui nilai-nilai disiplin, sportivitas, persaudaraan, dan penghormatan terhadap budaya bangsa, sehingga pencak silat tidak hanya berkembang sebagai olahraga prestasi, tetapi juga sebagai warisan budaya yang terus hidup di tengah masyarakat.  (YL)