Dispora Cup II Resmi Dibuka, Kadisporapar Kota Sukabumi: Pencak Silat Harus Lestari sebagai Olahraga, Budaya, dan Filsafat Kehidupan
KOTA SUKABUMI – TOPIK PUBLIK
Kejuaraan Pencak Silat Seni Dispora Cup II resmi dibuka di Gedung Juang 45 Kota Sukabumi, Rabu (8/7/2026).
Ajang yang berlangsung hingga 10 Juli 2026 ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam membina sekaligus melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya bangsa.

Acara pembukaan dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Pengurus Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Provinsi Jawa Barat Drs. H. M. Helmi Sutikno, M.M., MBA., CQM., budayawan Prof. Dr. H. Hatta, yang juga merupakan mantan Duta Besar Thailand untuk Indonesia, serta Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath Prof. Dr. KH. M. Fajar Laksana, S.E., CQM., M.M., Ph.D.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Kadisporapar) Kota Sukabumi, Rahmat Sukandar, mengatakan kejuaraan tersebut bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan bagian dari upaya menjaga eksistensi pencak silat di tengah perkembangan zaman.
“Alhamdulillah, barusan sudah dibuka Kejuaraan Pencak Silat Seni Dispora Cup II. Kegiatan ini dalam rangka membina dan mengembangkan olahraga pencak silat. Pencak silat itu unik, tidak hanya olahraga, tetapi juga mengandung nilai budaya dan filsafat kehidupan,” ujarnya.

Menurut Rahmat Sukandar, pembinaan pencak silat harus terus dilakukan agar seni bela diri asli Indonesia ini semakin berkembang, khususnya di Kota Sukabumi.
“Kalau bukan oleh kita, oleh siapa lagi? Kalau bukan dari sekarang, kapan lagi? Kita harus memastikan bahwa pencak silat tetap lestari dan terus berkembang,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus IPSI, serta berbagai padepokan pencak silat yang telah berkolaborasi menyukseskan kejuaraan tersebut.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada teman-teman panitia dari IPSI dan seluruh padepokan pencak silat yang telah bersama-sama mewujudkan tujuan mulia, yaitu membina dan mengembangkan pencak silat sebagai olahraga, budaya, sekaligus filsafat kehidupan,” katanya.
Kejuaraan Pencak Silat Seni Dispora Cup II yang berlangsung pada 8–10 Juli 2026 di Gedung Juang 45 diikuti hampir 300 atlet dari berbagai perguruan pencak silat. Selain peserta dari Kota dan Kabupaten Sukabumi, kejuaraan ini juga diikuti atlet dari Cianjur, Bogor, hingga Banten.
Tingginya antusiasme peserta dari berbagai daerah menjadi bukti bahwa pencak silat masih memiliki daya tarik kuat sebagai olahraga prestasi sekaligus warisan budaya bangsa yang harus terus dijaga.
Pemerintah Daerah Kota Sukabumi melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan pelestarian budaya, khususnya pencak silat, agar semakin berkembang serta mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mengharumkan nama Kota Sukabumi di tingkat regional, nasional, hingga internasional. (YL)
