Kebakaran Hebat di Kadudampit Sukabumi, Tujuh Rumah Terdampak, Diduga Akibat Korsleting Listrik

IMG_20260903_090756

SUKABUMI —  TOPIK PUBLIK Kebakaran hebat terjadi di Kampung Cimahi Girang, RT 22/RW 06, Desa Cikahuripan, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Rabu (3/9/2026) malam sekitar pukul 22.30 WIB.

Sedikitnya tujuh rumah terdampak dalam peristiwa tersebut. Lima rumah dilaporkan hangus terbakar, sementara dua rumah lainnya mengalami kerusakan berat akibat terkena rambatan api.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu korsleting listrik yang terjadi di rumah milik Ending (52), yang dihuni satu kepala keluarga dengan empat orang anggota keluarga.

Api pertama kali diketahui Sopian (32), warga setempat. Saat itu, Sopian tengah berada di teras rumahnya dan melihat kobaran api di bagian atap rumah Ending.

Melihat kondisi tersebut, Sopian langsung berteriak meminta pertolongan dan memanggil warga sekitar. Teriakan itu membuat warga berdatangan untuk membantu memadamkan api.

Saat kebakaran terjadi, Ending bersama istrinya diketahui sedang tertidur. Beruntung, keduanya berhasil diselamatkan warga sebelum api semakin membesar.

Kesaksian serupa disampaikan Alpan (37). Ketika sedang mengaji di mushala, ia melihat kobaran api dari arah rumah Ending. Dalam waktu singkat, api kemudian merambat ke sejumlah rumah di sekitarnya.

Warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya dengan memanfaatkan sumber air dari empang milik warga.

Upaya pemadaman kemudian mendapat bantuan dari petugas gabungan. Di antaranya personel Polsek Kadudampit, Unit Pamapta Polres Sukabumi Kota, Koramil Cisaat, BPBD, PSM, Pramuka, serta tiga unit mobil pemadam kebakaran dari Unit Cisaat, Cibadak dan Kota Sukabumi.

Kapolsek Kadudampit, IPDA Suhendar, membenarkan peristiwa kebakaran tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan keterangan sejumlah saksi, api diduga pertama kali muncul dari bagian atas rumah Ending.

“Betul telah terjadi peristiwa kebakaran rumah. Berdasarkan keterangan saksi, api pertama kali diketahui oleh saudara Sopian yang saat itu berada di depan rumahnya. Ia melihat adanya percikan api di bagian atas rumah Pak Ending,” ujar IPDA Suhendar.

Sopian kemudian meminta bantuan warga agar api dapat segera ditangani dan tidak semakin meluas.

“Pada sekitar pukul 24.00 WIB, api berhasil dipadamkan dengan bantuan tiga unit damkar. Pihak P2BK, Polsek Kadudampit dan Koramil bersama-sama melakukan penanganan secara bersinergi,” jelasnya.

Kapolsek menyebut, dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik yang terjadi di bagian atas rumah Ending.

“Alhamdulillah dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa. Kerugian hanya berupa material, dengan lima rumah dan isinya terbakar serta dua rumah lainnya terdampak,” katanya.

Selain rumah dan barang-barang milik warga, dua unit sepeda motor juga dilaporkan ikut terbakar. Total kerugian akibat kejadian tersebut diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

Adapun warga yang rumahnya terdampak kebakaran di antaranya Ending (52), Ramdan (30), Tito (45), Eli (45), Torpi (102), Umam (60), Ma Ipah (65), dan Ibu Umu (60).

Pasca kejadian, para korban untuk sementara dievakuasi dan tinggal di rumah sanak saudara masing-masing.

Selain tempat tinggal, para korban juga membutuhkan sejumlah bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kebutuhan mendesak yang diperlukan antara lain pakaian, selimut, dan makanan.

Petugas bersama unsur terkait masih melakukan pendataan dan penanganan terhadap warga terdampak, sekaligus memastikan kondisi di lokasi kebakaran tetap aman. (YL)