Dapur MBG Ponpes Alfath Sukabumi Rampung 100 Persen, Operasional Masih Terkendala Evaluasi BGN
SUKABUMI – TOPIK PUBLIK
Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren (Ponpes) Alfath, Sukabumi, telah rampung 100 persen dan seluruh prosedur serta persyaratan disebut telah dipenuhi. Namun, hingga kini dapur tersebut belum dapat beroperasi karena masih menunggu evaluasi dan penataan kembali aturan di Badan Gizi Nasional (BGN).
Hal tersebut disampaikan Pimpinan Pondok Pesantren Dzikir Alfath, KH. Prof. Dr. Muhammad Fajar Laksana, CQM., M.M., saat menerima kunjungan jajaran pengurus pusat Gerakan Cinta Prabowo (GCP) ke dapur MBG Ponpes Alfath, Minggu (9/8/2026).

Fajar menjelaskan, dapur MBG Ponpes Alfath merupakan salah satu dapur yang telah menyelesaikan seluruh tahapan dan persyaratan untuk dapat beroperasi. Namun, persoalan yang terjadi di tingkat pusat membuat operasional dapur tersebut untuk sementara waktu ditunda.
“Kami berharap kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto agar segera ada peraturan dan penyempurnaan. Awalnya dapur kami sudah selesai, baik prosedur maupun persyaratan sudah 100 persen. Namun, karena ada permasalahan di BGN, semuanya sementara ditunda,” ujar Fajar.
Menurut Fajar, keberadaan program MBG sangat dibutuhkan para santri Ponpes Alfath. Terlebih, seluruh biaya pendidikan, makan, hingga tempat tinggal para santri di pesantren tersebut diberikan secara gratis.
“Hampir seribu santri perguruan tinggi, seluruh Alfath biaya pendidikannya digratiskan 100 persen. Pesantren kami sangat membutuhkan program Makan Bergizi Gratis karena para santri tidak dibebankan biaya pendidikan. Program MBG ini tentunya sangat membantu,” jelasnya.
Ia menambahkan, sejak berdiri sekitar 17 tahun lalu, Ponpes Alfath telah menerima santri dari berbagai daerah di Indonesia. Saat ini, para santri yang belajar sekaligus tinggal di pesantren tersebut berasal dari sekitar 24 provinsi.
“Lebih dari 1.500 orang, mulai dari makan, mondok hingga tempat tinggal semuanya digratiskan. Karena itu, kami sangat berharap dapur MBG ini segera dioperasionalkan,” ungkap Fajar.
Meski demikian, hingga saat ini pihak pesantren belum memperoleh kepastian mengenai waktu dimulainya operasional dapur MBG. Pengelola pesantren memilih tetap menunggu kebijakan dan arahan lebih lanjut dari BGN.
Sementara itu, Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo 08, Iwan Kurniawan, melalui Dewan Penasihat GCP, Mayjen TNI (Purn) Tatang Zaenudin, turut meninjau langsung kondisi dapur MBG Ponpes Alfath.
Tatang menyebut, secara prosedural dapur MBG Ponpes Alfath telah memenuhi ketentuan dan aspek teknis yang dipersyaratkan. Namun, adanya persoalan di tingkat pusat menyebabkan dapur tersebut belum dapat dioperasikan.
“Dapur MBG milik Pondok Pesantren Alfath secara prosedural sudah sah dan segala teknis sudah sesuai. Hanya saja adanya permasalahan di pusat sehingga dapur tersebut belum bisa dioperasionalkan sementara waktu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat sudah bisa berjalan,” kata Tatang.
Ia juga menyatakan dukungannya terhadap langkah BGN melakukan evaluasi terhadap dapur-dapur MBG yang dinilai bermasalah.
Menurut Tatang, evaluasi dan penertiban penting dilakukan untuk memastikan program MBG berjalan sesuai prosedur serta mencegah terjadinya penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kami sangat setuju dengan kebijakan Kepala BGN Sudaryono yang mengevaluasi seluruh dapur MBG di Indonesia yang bermasalah,” ujarnya.
Ia menilai, penertiban terhadap dapur yang bermasalah diperlukan agar pelaksanaan program MBG tetap berjalan dengan baik sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
“Jangan sampai ulah oknum yang tidak amanah justru berdampak terhadap nama baik Presiden Prabowo Subianto. Padahal, persoalannya terjadi karena ulah oknum,” pungkasnya. (SH)
