Kampung Golek Karamat Sukabumi Viral Berkat Swadaya Warga

IMG_20260810_012147

SUKABUMI – TOPIK PUBLIK

Kreativitas dan kekompakan warga RT 01/RW 07, Kelurahan Karamat, Kota Sukabumi, dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI berhasil menarik perhatian. Beragam ornamen seni dan budaya menghiasi lingkungan tersebut hingga dikenal sebagai Kampung Golek.

Keunikan kampung tersebut mendapat perhatian Anggota DPRD Kota Sukabumi Komisi III sekaligus Ketua Fraksi PPP, Fajar Kontara, SH., yang mengunjungi lokasi pada Minggu malam (9/8/2026).

Dalam kunjungannya, Fajar berbincang langsung dengan warga dan tokoh masyarakat untuk mengetahui cerita di balik lahirnya Kampung Golek. Ia didampingi Ketua RW 07 U. Suwarna dan Ketua RT 01 Muhammad Nur.

Ketua RW 07 ( Kiri) Abi Mumuh (Tengah) Ketua RT 02 (Kanan)

Ketua RW 07 U. Suwarna menjelaskan, gagasan Kampung Golek bermula dari obrolan santai pada awal Juni 2026 bersama Kang Abi Mumuh. Ide tersebut kemudian dibahas bersama pengurus RT dan warga hingga mendapat respons positif.

Menariknya, seluruh pembangunan dilakukan secara swadaya masyarakat, menggunakan kas RT dan RW tanpa bantuan donatur. Total biaya yang dikeluarkan sekitar Rp5 juta.

Ketua RT 01 Muhammad Nur menambahkan, awalnya warga hanya berencana membuat pagar. Namun, muncul gagasan menambahkan karakter pewayangan seperti Bima dan Gatotkaca.

Dari ide sederhana tersebut, kreativitas warga terus berkembang hingga melahirkan berbagai ornamen yang kemudian menjadi ciri khas Kampung Golek.

Saat ditanya Fajar apakah konsep tersebut dibuat oleh warga yang memiliki latar belakang seni, Abi Mumuh menyebut semuanya bermula dari spontanitas. Namun, dukungan dan kekompakan warga membuat ide sederhana itu berkembang menjadi sebuah karya.

Fajar Kontara mengapresiasi semangat gotong royong warga. Menurutnya, Kampung Golek membuktikan bahwa kreativitas tidak selalu membutuhkan anggaran besar, selama ada kemauan dan kebersamaan.

Ia berharap kreativitas tersebut mendapat perhatian Pemerintah Kota Sukabumi, khususnya Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, serta Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, agar potensi masyarakat dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi kampung lainnya.

“Harapannya bukan hanya viral dan meriah pada Hari Kemerdekaan saja. Tetapi bagaimana kreativitas ini bisa terus dijaga, menjadi contoh bagi kampung lain, menjaga kelestarian budaya, lingkungan hidup, serta kebersihan di lingkungan masing-masing,” ujar Fajar.

Kampung Golek pun menjadi bukti bahwa ide sederhana, swadaya, kreativitas dan gotong royong mampu mengubah lingkungan menjadi karya yang menarik sekaligus memperkuat kebersamaan warga. ( YL)