Ponpes Al-fath Kota Sukabumi Memberangkatkan Tim Ustad Garis Depan Gelombang ke-8 Ke Maluku

IMG-20260618-WA0080

SUKABUMI – Topikpubliknews.com

Pondok Pesantren Modern Dzikir Alfath kembali memberangkatkan Tim Ustadz Garis Depan (UGD) gelombang ke-8 untuk menjalankan program pengabdian masyarakat di Pulau Buru, Maluku, Rabu (17/6/2026).

Program yang telah berlangsung selama empat tahun tersebut tidak hanya berfokus pada pembinaan keagamaan, tetapi juga pendidikan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah terpencil.

Pimpinan Ponpes Modern Dzikir Alfath, KH Fajar Laksana, mengatakan tim yang diterjunkan bertugas mendampingi masyarakat di 10 desa yang berada di kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Menurutnya, kehadiran para ustadz di daerah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses pendidikan dan pembinaan masyarakat yang masih terbatas.

Selama empat tahun berjalan, program tersebut telah melibatkan 63 ustadz yang bertugas secara bergantian. Mereka tidak hanya mengajar di lingkungan masyarakat, tetapi juga membantu sekolah dasar, sekolah menengah pertama, hingga sekolah menengah atas yang mengalami keterbatasan guru.

Fajar menjelaskan, salah satu tantangan yang dihadapi masyarakat di sejumlah desa adalah masih rendahnya akses terhadap pendidikan dasar. Karena itu, program yang dijalankan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.

“Ketika pendidikan hadir, masyarakat memiliki kesempatan lebih besar untuk meningkatkan kualitas hidupnya. Karena itu kami berusaha menghadirkan pembinaan yang menyentuh aspek pendidikan, keagamaan, dan sosial secara bersamaan,” katanya.

Selain mendukung kegiatan belajar mengajar, tim juga membantu pembangunan sarana ibadah dan fasilitas umum. Hingga saat ini, dua masjid telah dibangun di desa-desa binaan, disertai pembangunan musala dan fasilitas air bersih melalui sumur bor untuk mendukung kebutuhan masyarakat.

Program tersebut juga membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari Pulau Buru untuk belajar di Sukabumi. Saat ini sekitar 150 anak mengikuti pendidikan formal dan keagamaan di lingkungan pesantren dengan dukungan fasilitas tempat tinggal dan kebutuhan belajar.

“Kami berharap mereka dapat kembali ke daerahnya dengan bekal ilmu pengetahuan dan keterampilan yang nantinya bermanfaat bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.

Program pengabdian di Pulau Buru sendiri bermula dari permintaan masyarakat setempat yang membutuhkan pendampingan pendidikan dan pembinaan sosial-keagamaan.

Acara pelepasan Tim Ustadz Garis Depan ke-8 turut dihadiri Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama RI Dr. H. Muhammad Muchlis Hanafi, Lc., M.A., Dr. H. Zainuttauhid Sa’adi, M.Si., Hj. Inneu Arietianti, Ketua Program Ustadz Garis Depan Dede Setiawan, S.E., serta sejumlah tokoh dan undangan lainnya.

Melalui program tersebut, Ponpes Modern Dzikir Alfath berharap kolaborasi antara pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat di daerah 3T sekaligus memperkuat akses layanan pendidikan bagi generasi muda di wilayah terpencil Indonesia.

(SH)