Wali Kota Sukabumi Sosialisasikan Opsen PBB-P2, Pengentasan Pengangguran hingga Pengelolaan Sampah
SUKABUMI — TOPIK PUBLIK
Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, SE., MM., melakukan sosialisasi sejumlah program pemerintah kepada masyarakat melalui kegiatan peningkatan kapasitas RT/RW dan Karang Taruna di Ruang Pertemuan (Ruper) Kelurahan Babakan, Kecamatan Cibeureum, Senin (31/8/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur RT/RW, Karang Taruna, LPM, serta jajaran Kelurahan Babakan. Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menyampaikan sejumlah program yang dinilai penting untuk dipahami dan diteruskan kepada masyarakat di tingkat kewilayahan.
Ayep Zaki mengatakan, terdapat lima hal utama yang disosialisasikan kepada masyarakat, yakni kelancaran pembayaran opsen PBB-P2, program pengentasan pengangguran, calon pekerja migran, program Baznas, serta persoalan lingkungan.
“Yang saya sosialisasikan itu ada lima, pertama pembayaran opsen PBB-P2 supaya lancar, kemudian program pengentasan pengangguran, calon pekerja migran, Baznas, dan yang kelimanya lingkungan,” ujar Ayep Zaki.
Menurutnya, keberhasilan berbagai program pemerintah membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah hingga pemerintahan di tingkat kelurahan. Ia juga menekankan pentingnya nilai kebenaran, kejujuran dan keadilan dalam menjalankan birokrasi.
“Kita mensosialisasikan semua perangkat daerah, 35 perangkat daerah plus Pak Lurah, siap menjalankan kebenaran, kejujuran dan keadilan. Karena kunci birokrasi itu jujur dan adil,” tegasnya.
Dorong Kesadaran Membayar Pajak
Terkait pembayaran pajak, Wali Kota mendorong masyarakat agar memiliki kebiasaan menabung secara bertahap sehingga kewajiban pajak tidak terasa berat ketika jatuh tempo.
Ia memberikan contoh, apabila kewajiban pajak kendaraan bermotor dan PBB mencapai sekitar Rp300 ribu dalam satu tahun, masyarakat dapat menyisihkan uang secara berkala.
“Kalau pajak kendaraan bermotor dan PBB-nya umpama Rp300 ribu setahun, ya nabung Rp6 ribu per minggu selama 50 minggu, jadi Rp300 ribu,” jelasnya.
Menurut Ayep, pola tersebut dapat menjadi salah satu cara untuk membangun kesadaran masyarakat agar pembayaran kewajiban pajak dilakukan secara terencana.
RT/RW dan Karang Taruna Didorong Aktif Kelola Sampah
Sementara itu, Lurah Babakan Kecamatan Cibeureum, Neneng Hasanah, S.ST., M.AP., mengatakan kegiatan peningkatan kapasitas tersebut juga diarahkan untuk memperkuat peran RT/RW dan Karang Taruna dalam pengelolaan lingkungan, khususnya persoalan sampah.

Ia berharap peserta yang mengikuti kegiatan dapat menyampaikan kembali materi kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
“Tujuannya untuk pengelolaan sampah. Khususnya RT/RW dan Karang Taruna, nanti mensosialisasikan lagi di wilayahnya masing-masing,” kata Neneng.
Menurutnya, salah satu target yang ingin dibangun adalah meningkatnya kesadaran warga Kelurahan Babakan dalam memilah sampah sejak dari sumbernya.
Neneng menjelaskan, masyarakat perlu memahami perbedaan antara sampah organik, anorganik, dan residu. Dengan pemilahan sejak awal, pengelolaan sampah di tingkat lingkungan diharapkan dapat berjalan lebih baik.
“Minimal warga Kelurahan Babakan sadar terkait sampah. Ada sampah anorganik, sampah organik, kemudian ada residunya. Minimal warga sadar dalam memilah sampah,” ujarnya.
Untuk sosialisasi opsen pajak kendaraan bermotor, pihak kelurahan menyebut akan menindaklanjutinya berdasarkan data yang tersedia, sehingga informasi kepada masyarakat dapat disampaikan secara lebih tepat.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kota Sukabumi berharap RT/RW, Karang Taruna dan unsur masyarakat lainnya dapat menjadi bagian penting dalam menyampaikan berbagai program pemerintah sekaligus mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan di tingkat kewilayahan.
( Yl )
