Tragis, 2 Perempuan Tewas Tersambar KA Pangrango di Sukabumi, Korban Terpental 10 Meter
Sukabumi, Topikpubliknews.com – Dua orang perempuan tewas akibat tersambar Kereta Api di Kampung Benteng, Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (11/6/2026) siang.
Kedua korban diidentifikasi bernama Suci Rahmawati (17), warga Kecamatan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, dan Murni Anjani (26), warga Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi.
Kanit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota, Ipda Indra Lesmana, mengatakan, peristiwa bermula saat kedua korban yang berboncengan sepeda motor hendak melintasi rel kereta api. Pada saat yang bersamaan, meluncur KA Pangrango dari arah Sukabumi menuju Bogor.
”Penyebabnya, pada saat kereta api melintas dari arah Kota Sukabumi menuju Bogor, saat itu pengendara roda dua akan melintasi perlintasan rel kereta api. Pada saat bersamaan, korban terserempet oleh kereta api,” kata Indra.
Menurutnya, benturan yang keras membuat kendaraan dan kedua korban terpental hingga sejauh 10 meter dari lokasi awal titik tabrakan.
”Betul (sempat terpental). Korban sempat terpental kurang lebih 10 meter dari tempat kejadian atau awal titik kecelakaan. Korban terpental sejauh 10 meter dan mengakibatkan luka berat yang cukup serius,” jelasnya.
Warga di sekitar lokasi kejadian yang melihat peristiwa tersebut langsung berhamburan memberikan pertolongan. Kedua korban yang dalam kondisi kritis segera dievakuasi ke Rumah Sakit Islam Assyifa, Kota Sukabumi, untuk mendapatkan penanganan medis darurat.
Namun, karena luka parah yang diderita, nyawa kedua korban tidak dapat diselamatkan. Korban berinisial MA (26) dinyatakan meninggal dunia terlebih dahulu pada pukul 12.42 WIB. Sementara rekannya, SR (17), sempat mendapatkan perawatan intensif sebelum akhirnya mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.52 WIB.
Salah seorang warga di sekitar lokasi kejadian, Hendra Khoirul, mengungkapkan bahwa warga sebenarnya sempat meneriaki korban dari bawah agar tidak menyeberang karena kereta akan melintas. Terlebih, masinis kereta api juga sudah berulang kali membunyikan klakson.
”Emang kan dari bawah ada yang teriak, udah dibilangin. Motornya kencang, knalpotnya kencang juga, pakai helm, mungkin enggak kedengaran. Tahu-tahu nyebrang ke sini, katanya mah stangnya sih yang kena kereta mah,” kata Hendra.
Hendra mengaku tidak melihat langsung detik-detik benturan, namun ia langsung keluar rumah begitu mendengar suasana mendadak ramai dan histeris. Saat mendatangi lokasi, ia mendapati kedua korban perempuan tersebut sudah terkapar dengan kondisi luka yang sangat kritis di bagian kepala.
Kasus kecelakaan ini kini tengah ditangani oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Sukabumi Kota. Petugas juga mengimbau kepada masyarakat untuk lebih berhati-hati dan waspada saat melintasi perlintasan sebidang kereta api.
