Program MBG Dinilai Berdampak Positif bagi Gizi Anak dan Perekonomian Masyarakat

IMG-20260624-WA0012

SUKABUMI – TOPIK PUBLIK

Di tengah maraknya penyampaian aspirasi terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah, salah seorang peserta aksi damai berinisial RD menyampaikan pandangannya mengenai manfaat program yang dinilai memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas gizi anak sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Rika Dewi saat mengikuti aksi penyampaian aspirasi yang digelar di depan Gedung DPRD Kota Sukabumi pada Rabu (25/6/2026).

Menurut Rika Dewi, Program MBG merupakan salah satu langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, dan berkualitas melalui pemenuhan kebutuhan gizi peserta didik, khususnya bagi anak-anak dari keluarga menengah ke bawah.

“Program MBG ini sangat membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak sesuai dengan target pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Manfaatnya sangat dirasakan, terutama bagi siswa yang membutuhkan asupan gizi yang lebih baik,” ujar Rika Dewi.

Rika Dewi (Kerudung Hitam Tengah)

Selain berdampak pada sektor pendidikan dan kesehatan, Rika Dewi menilai program tersebut juga memberikan manfaat ekonomi yang luas bagi masyarakat. Kehadiran dapur MBG dinilai mampu membuka lapangan pekerjaan baru bagi warga sekitar, mulai dari relawan, tenaga operasional dapur, hingga berbagai profesi pendukung lainnya.

“Warga yang sebelumnya belum memiliki pekerjaan atau penghasilan kini dapat terlibat dalam operasional dapur MBG. Mereka yang tadinya tidak produktif kini memiliki kesempatan untuk bekerja dan memperoleh pendapatan,” katanya.

Rika Dewi juga menyoroti dampak positif program MBG terhadap sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta para petani dan peternak lokal. Menurutnya, kebutuhan bahan pangan yang tinggi untuk operasional dapur MBG membuat hasil produksi masyarakat lebih mudah terserap pasar.

Harapan Massa Aksi Damai

“Petani dan pelaku usaha lokal sangat terbantu. Hasil panen yang sebelumnya sulit terjual atau dihargai rendah kini dapat diserap untuk memenuhi kebutuhan dapur MBG. Ini menjadi peluang yang baik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Terkait adanya berbagai kritik dan aspirasi yang berkembang terhadap program MBG, Rika Dewi menilai hal tersebut merupakan bagian dari dinamika yang wajar dalam pelaksanaan sebuah program nasional yang masih relatif baru.

“Setiap program tentu memiliki pro dan kontra. Kami menghormati semua pendapat dan aspirasi yang disampaikan. Namun, penting juga untuk melihat secara langsung manfaat yang dirasakan masyarakat di lapangan. Banyak pihak yang telah merasakan dampak positif dari program ini,” ungkapnya.

Sebagai pelaku usaha di bidang makanan dan minuman (F&B), Rika Dewi mengaku merasakan langsung dampak ekonomi dari program MBG. Menurutnya, setelah beberapa tahun menghadapi perlambatan ekonomi, kehadiran program tersebut turut membantu menghidupkan kembali aktivitas usaha dan perputaran ekonomi masyarakat.

“Program MBG memberikan efek berganda atau multiplier effect. Banyak tenaga kerja yang terlibat di dalamnya memiliki penghasilan tetap sehingga daya beli masyarakat meningkat. Dampaknya turut dirasakan oleh pelaku usaha, termasuk restoran dan kafe yang kembali lebih ramai dibanding sebelumnya,” tuturnya.

Rika Dewi berharap pemerintah terus melakukan evaluasi, pengawasan, dan penyempurnaan pelaksanaan Program MBG agar manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal serta tepat sasaran. Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara pengelola dapur MBG, pemerintah daerah, dinas terkait, serta seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung keberlangsungan program tersebut.

“Melalui komunikasi dan koordinasi yang baik antara seluruh pihak terkait, saya optimistis Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan semakin optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,” pungkasnya.

( YL)