Aliansi Masyarakat Peduli MBG Gelar Aksi Damai dan Doa Bersama, Dukung Kelanjutan Program Makan Bergizi Gratis

IMG-20260624-WA0014

SUKABUMI – TOPIK PUBLIK

Ribuan peserta yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) menggelar aksi damai dan doa bersama yang dimulai dari Lapangan Merdeka Kota Sukabumi menuju Gedung DPRD Kota Sukabumi, Rabu (24/6/2026).

Aksi tersebut merupakan bentuk dukungan masyarakat terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat di berbagai daerah.

Setibanya di Gedung DPRD Kota Sukabumi, perwakilan massa diterima oleh unsur Sekretariat DPRD Kota Sukabumi, Asep Koswara, serta anggota Komisi III DPRD Kota Sukabumi, Bambang Herawanto, S.E., S.H. Dalam pertemuan tersebut, aspirasi dan dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan Program MBG disampaikan secara langsung.

Yandra Utama Saat Wawancara dengan awak media (Koordinator Aksi)

Koordinator Lapangan Aliansi Masyarakat Peduli MBG, Yandra Utama, menyampaikan apresiasi atas respons positif yang diberikan DPRD Kota Sukabumi terhadap program tersebut.

“Kami mendengar langsung bahwa pada dasarnya DPRD mendukung Program Makan Bergizi Gratis. Apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaannya, tentu masyarakat dapat memberikan masukan secara konstruktif demi perbaikan dan penyempurnaan program ke depan,” ujar Yandra.

Menurutnya, kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, kritik tersebut harus disampaikan secara santun, beretika, dan tidak mengarah pada tindakan yang bersifat penghinaan terhadap simbol negara maupun figur pemimpin bangsa.

Yandra juga menegaskan bahwa aksi damai ini mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat di Sukabumi Raya. Bahkan, sejumlah peserta hadir dari luar wilayah Sukabumi, seperti Cianjur, Bandung, dan Bogor, sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlangsungan Program MBG.

Dalam tuntutannya, Aliansi Masyarakat Peduli MBG meminta pemerintah untuk terus melanjutkan program tersebut serta memperkuat landasan hukumnya melalui regulasi yang lebih jelas dan berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting guna memberikan kepastian bagi para relawan, pengelola dapur MBG, serta masyarakat penerima manfaat.

Selain itu, mereka juga mendorong adanya evaluasi dan penyempurnaan sistem pelaksanaan Program MBG agar manfaat yang dirasakan masyarakat semakin optimal dan tepat sasaran.

Rafii Nasution Tim Hukum Aliansi Masyarakat Peduli MBG (Saat Orasi)

Sementara itu, Tim Hukum Aliansi Peduli MBG, Rafii Nasution, menegaskan bahwa masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk mendukung program-program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Menurut Rafii, keberadaan dapur MBG tidak hanya berdampak pada peningkatan gizi anak-anak, tetapi juga memberikan efek ekonomi yang luas bagi masyarakat. Mulai dari pelaku UMKM, petani, pemasok bahan pangan, hingga pengemudi ojek yang turut terlibat dalam aktivitas distribusi dan operasional program.

“Yang perlu diperbaiki adalah oknum yang melakukan penyimpangan, bukan programnya. Jika ada pelanggaran atau tindak korupsi, maka yang harus ditindak adalah pelakunya. Program yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas harus tetap berjalan dan terus diperbaiki,” tegas Rafii.

Pada kesempatan tersebut, Aliansi Masyarakat Peduli MBG juga menyampaikan penolakannya terhadap segala bentuk vandalisme maupun penyampaian aspirasi yang mengandung unsur penghinaan. Mereka mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa, untuk tetap mengedepankan etika, kesantunan, dan nilai-nilai demokrasi dalam menyampaikan pendapat di ruang publik.

Aksi damai dan doa bersama berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif. Kegiatan ditutup dengan doa bersama sebagai bentuk harapan agar Program Makan Bergizi Gratis terus berlanjut, semakin baik dalam pelaksanaannya, serta mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia. (YL)