Maknai Kemerdekaan, Waris Mulyadi: Jangan Samakan Negara dengan Pemerintahan

1786764812164

SUKABUMI — Topikpubliknews.com

Arti kemerdekaan di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini dinilai tidak semestinya dimaknai sebagai bentuk validasi terhadap kinerja pemerintahan.

Kemerdekaan lebih realistis dipahami sebagai kemerdekaan atas tanah air, identitas, dan kedaulatan bangsa Indonesia.

Pandangan tersebut disampaikan Ketua Ranting PDI Perjuangan Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, Waris Mulyadi, S.E., dalam memaknai kemerdekaan Indonesia.
Menurut Waris, pemerintah merupakan bagian dari proses politik yang dapat mengalami pergantian setiap periode. Setiap pemerintahan memiliki kebijakan, capaian, sekaligus kekurangan masing-masing.

“Arti kemerdekaan saat ini yang paling realistis adalah kemerdekaan atas tanah air, identitas, dan kedaulatan bangsa, bukan validasi terhadap kinerja pemerintahannya,” ujar Waris.

Ia menjelaskan, pergantian pemerintahan merupakan bagian dari dinamika politik dalam sistem demokrasi. Namun, perubahan kepemimpinan tidak serta-merta mengubah kedudukan Indonesia sebagai negara dan bangsa yang menjadi milik seluruh rakyat.
“Pemerintah bisa berganti setiap periode dengan segala kekurangan politiknya, namun negara dan bangsa Indonesia tetap milik kita bersama,” jelasnya.

Kemerdekaan Bukan Berarti Membenarkan Pemerintah Waris menilai, kecintaan terhadap Indonesia tidak harus selalu diwujudkan dengan membenarkan seluruh kebijakan pemerintah. Sebaliknya, kritik terhadap pemerintah juga tidak dapat secara otomatis dimaknai sebagai sikap anti terhadap negara.

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk memberikan penilaian dan menyampaikan kritik terhadap jalannya pemerintahan, sekaligus tetap menjaga rasa memiliki terhadap bangsa dan negara
.
“Kita harus bisa membedakan antara negara dan pemerintahan. Pemerintahan bisa berubah, tetapi Indonesia tetap ada dan menjadi rumah bersama seluruh rakyat,” katanya.

Ia menambahkan, semangat kemerdekaan seharusnya mendorong masyarakat untuk menjaga persatuan, identitas nasional, serta kedaulatan Indonesia di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.

Menjaga Indonesia sebagai Milik Bersama
Dalam momentum kemerdekaan, Waris mengajak masyarakat untuk tidak terjebak pada perbedaan pilihan politik. Perbedaan pandangan mengenai pemerintah merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, sementara persatuan sebagai bangsa harus tetap dijaga.

“Jangan sampai perbedaan politik membuat kita kehilangan rasa memiliki terhadap Indonesia. Pemerintah boleh berganti, pilihan politik boleh berbeda, tetapi tanah air dan bangsa Indonesia tetap milik kita bersama,” pungkasnya.

Menurutnya, esensi kemerdekaan pada akhirnya adalah memastikan bangsa Indonesia tetap memiliki hak untuk menentukan masa depannya sendiri, menjaga identitasnya, serta mempertahankan kedaulatannya sebagai negara yang merdeka.

(SH).