Festival Silat Nasional di Sukabumi, Fauka Ungkap Kisah Prabowo Pertama Kali Menginjak Al-Fath

IMG-20260816-WA0081

Sukabumi-Topikpubliknews.com  Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pondok Pesantren Modern Dzikir Al-Fath Kota Sukabumi menggelar Festival Pencak Silat Jurus Khas Sang Maung Bodas serta festival olahraga tradisional bola leungen seneu dan adu lisung tingkat nasional, Minggu (16/8/2026).

Kegiatan tersebut dibuka dan dihadiri Staff Khusus Presiden sekaligus Ketua Umum Garda Mawar, Mayjen TNI (Purn) Fauka Noor Farid.

Fauka mengatakan, kunjungannya ke Ponpes Al-Fath selain untuk bernostalgia, juga untuk memperkuat kerja sama di bidang sosial dan pendidikan. Ia mengungkapkan, dirinya telah mengenal pesantren tersebut sejak lama dan pernah menghadirkan Prabowo Subianto ke Al-Fath pada 2012, sebelum menjadi Presiden RI.

Menurut Fauka, Garda Mawar bersama Ponpes Al-Fath juga menjalankan program beasiswa bagi anak-anak yatim dan kurang mampu. Sebelumnya, Garda Mawar memberikan beasiswa kepada 12 anak yatim piatu korban bencana tanah longsor di Bandung Barat.

Ia juga mengajak masyarakat dan lingkungan pesantren untuk tidak mudah terprovokasi isu yang dapat memecah persatuan serta tetap mendukung program pemerintah yang dinilai berpihak kepada masyarakat.

“Biarlah rakyat yang menilai. Saya hanya meminta agar Pak Presiden selalu didoakan sehat dan panjang umur,” ujar Fauka.

Fauka ( kanan )Di dampingi KH. Fajar Laksana ( kiri ) sesepuh silat Maung Bodas Al-Fath

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Modern Dzikir Al-Fath, Prof. Dr. KH Muhammad Fajar Laksana, menyampaikan bahwa kegiatan bersama Garda Mawar merupakan bentuk kepedulian terhadap anak yatim, dhuafa, dan masyarakat kurang mampu.

Ia menjelaskan, Al-Fath memberikan beasiswa penuh kepada santri dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk pendidikan, tempat tinggal, makan, hingga pendampingan untuk memasuki dunia kerja.

Fajar juga mengapresiasi dukungan Garda Mawar yang memberikan motivasi dan bantuan kepada sekitar 200 anak yatim piatu di lingkungan pesantren.

Menurutnya, sosialisasi program pemerintah penting agar masyarakat memperoleh informasi yang benar dan tidak mudah terpengaruh berita bohong maupun provokasi.

“Bagaimanapun juga, Pak Prabowo adalah Presiden kita. Kita bersama-sama membantu kepemimpinan nasional dan mendukung program-programnya demi kepentingan rakyat,” pungkasnya.

SH.