Langkah Strategis President Muda Visioner Penggerak Nasional dalam Mendorong Ekspansi Produk Daerah ke Tingkat Global

IMG_20260824_215621

JAKARTA —  TOPIK PUBLIK

Upaya membawa produk unggulan daerah menembus pasar yang lebih luas terus mendapat perhatian. President Muda Visioner Penggerak Nasional (MVPN), Indra A. Oktariawan, mendorong penguatan ekosistem Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Sukabumi sebagai bagian dari langkah strategis menuju pasar nasional hingga global.

Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui pengenalan Batik Kreas.inan, produk batik asal Kota Sukabumi yang dikembangkan oleh Brand Owner Mella Nurmalia. Produk tersebut dinilai memiliki potensi untuk menjadi salah satu representasi kreativitas dan kekayaan budaya lokal Sukabumi yang dapat dikembangkan dengan orientasi pasar yang lebih luas.

Bertempat di Merlynn Park Hotel Jakarta, agenda tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan gagasan mengenai pengembangan produk daerah, penguatan kapasitas pelaku UMKM, serta peluang membangun jejaring yang dapat membuka akses pasar baru. Kegiatan yang digelar pada Senin ( 24/8/2026).

Menteri Perdagangan RI, Budi Susanto ( tengah) bersama President MVPN Indra A. Oktariawan ( kanan)

Indra A. Oktariawan menilai, membawa UMKM menuju pasar internasional tidak cukup hanya dengan menghasilkan produk yang baik. Pelaku usaha juga perlu didukung dengan strategi branding yang kuat, peningkatan kualitas, standardisasi, inovasi, penguatan kemasan, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar.

“Kita tidak hanya ingin membawa nama Sukabumi lebih jauh, tetapi memastikan produk-produk daerah memiliki kualitas, daya saing, dan kesiapan untuk berdiri sejajar di pasar internasional,” ujarnya.

Menurutnya, UMKM memiliki posisi penting dalam menggerakkan perekonomian daerah. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pelaku usaha, pemerintah, komunitas, dunia usaha, dan berbagai pemangku kepentingan agar potensi lokal tidak berhenti pada pasar domestik.

Pertemuan dengan Menteri Perdagangan RI, Budi Susanto, menjadi salah satu bagian dari komunikasi strategis tersebut. Dialog yang terbangun diharapkan dapat memperkuat peluang kolaborasi sekaligus membuka perspektif baru mengenai pengembangan dan perluasan pasar produk unggulan daerah.

Bagi Sukabumi, langkah ini menjadi peluang untuk memperkenalkan lebih banyak produk lokal yang memiliki karakter dan keunikan tersendiri. Batik Kreas.inan, misalnya, tidak hanya membawa nilai ekonomi, tetapi juga mengandung identitas budaya yang dapat menjadi kekuatan dalam membangun diferensiasi produk.

Ekspansi ke pasar internasional pun membutuhkan proses yang terukur. Mulai dari peningkatan kualitas produksi, konsistensi produk, legalitas dan standardisasi, strategi pemasaran digital, hingga kesiapan memenuhi kebutuhan pasar luar negeri.

Karena itu, MVPN mendorong agar pengembangan UMKM dilakukan secara berkelanjutan dan tidak bersifat sesaat. Penguatan jejaring, pendampingan, akses informasi, serta konektivitas dengan pasar menjadi bagian penting untuk memastikan pelaku usaha mampu naik kelas.

Langkah tersebut diharapkan menjadi awal dari perjalanan panjang UMKM Sukabumi untuk bergerak dari pasar lokal menuju pasar nasional, kemudian mengambil peluang di pasar internasional.

Lebih dari sekadar memperluas pemasaran, ekspansi produk daerah ke tingkat global juga menjadi upaya memperkenalkan identitas, kreativitas, dan potensi ekonomi Sukabumi kepada dunia.

Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, UMKM Sukabumi diharapkan tidak hanya menjadi pelaku ekonomi di daerah, tetapi mampu tampil sebagai bagian dari kekuatan produk Indonesia yang memiliki daya saing di pasar global.

(YL)