Korban Kekerasan di Cicurug Dapat Bantuan Pengobatan, Keluarga Apresiasi Gubernur Jabar

IMG_20261013_011336

SUKABUMI – TOPIK PUBLIK

Rekaman CCTV yang memperlihatkan aksi tawuran sejumlah pelajar di depan Kantor Polsek Cicurug, Kabupaten Sukabumi, viral di media sosial dan menuai keprihatinan masyarakat. Di tengah insiden tersebut, seorang pedagang es keliling bernama Aripin menjadi korban salah sasaran saat tawuran berlangsung.

Peristiwa yang terjadi pada Rabu, 7 Oktober 2026, sekitar pukul 14.15 WIB itu memperlihatkan keributan yang melibatkan sejumlah pelajar di sekitar angkutan kota dan sepeda motor. Naasnya, aksi tawuran tersebut turut berdampak kepada warga yang sedang mencari nafkah, meskipun tidak terlibat dalam konflik.

Aripin, pedagang es keliling yang berdomisili di wilayah Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, menjadi korban salah sasaran dalam insiden tersebut. Peristiwa ini menambah keprihatinan masyarakat karena aksi kekerasan antarpelajar dapat mengancam keselamatan warga yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Di tengah kondisi tersebut, keluarga korban menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., serta Koordinator Tim Relawan Kang Dedi Mulyadi (KDM) wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi, Eggi Sonia, atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada keluarga korban.

Ridwan Mulyadi, anak kandung Aripin, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan pembiayaan pengobatan orang tuanya selama menjalani perawatan di rumah sakit.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Barat, Bapak Eggi Sonia, dan Bapak Bupati Sukabumi Asep Japar yang telah membantu orang tua kami. Saya selaku anak kandung menyampaikan terima kasih atas bantuan pembiayaan selama perawatan di rumah sakit,” ungkap Ridwan.

Menurut keterangan keluarga, biaya pengobatan Aripin telah ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Bantuan tersebut sangat berarti bagi keluarga yang tengah menghadapi kesulitan akibat kejadian yang menimpa Aripin saat menjalankan aktivitasnya sebagai pedagang es keliling.

Dedi Mulyadi Tegaskan Negara Harus Hadir untuk Warga

Sejalan dengan bantuan bagi korban, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melalui pernyataannya di media sosial menegaskan pentingnya kehadiran pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan kepada masyarakat yang membutuhkan.

Dedi menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten dan kota akan memperkuat kerja sama dengan rumah sakit di Jawa Barat maupun Jakarta untuk membantu warga yang mengalami kendala pembiayaan layanan kesehatan.

Kebijakan tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat yang tidak memiliki BPJS Kesehatan, kepesertaannya tidak aktif, atau mengalami kendala pembayaran iuran, dengan tetap mengikuti ketentuan dan mekanisme yang berlaku.

“Yang terpenting adalah pemerintah kabupaten di seluruh Provinsi Jawa Barat hadir untuk melindungi seluruh warganya dari gangguan kesehatan, baik gangguan kesehatan yang terjadi secara alamiah maupun karena korban kecelakaan, korban kejahatan,” tegas Dedi dalam pernyataannya.

Ia menekankan bahwa pemerintah harus hadir ketika masyarakat menghadapi kesulitan, termasuk saat membutuhkan pelayanan kesehatan tetapi terkendala biaya.

“Negara hadir ketika rakyat mengalami kesusahan,” demikian pesan yang disampaikan Gubernur Jawa Barat tersebut.

Tawuran Pelajar Mengancam Keselamatan Masyarakat

Insiden tawuran pelajar di Cicurug menjadi pengingat bahwa aksi kekerasan tidak hanya membahayakan mereka yang terlibat, tetapi juga dapat menimbulkan korban dari kalangan masyarakat yang sama sekali tidak memiliki hubungan dengan konflik tersebut.

Kasus Aripin menjadi gambaran bagaimana warga yang sedang mencari nafkah dapat ikut terdampak akibat tawuran. Sebagai pedagang es keliling, ia tengah menjalankan aktivitas sehari-hari ketika insiden tersebut terjadi.

Peristiwa ini diharapkan menjadi perhatian serius bagi orang tua, pihak sekolah, pemerintah daerah, dan aparat keamanan untuk memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap pelajar. Upaya pencegahan perlu dilakukan bersama agar aksi tawuran tidak kembali menimbulkan korban.

Selain memastikan korban memperoleh penanganan medis yang layak, masyarakat juga berharap insiden tersebut ditangani sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Bantuan pengobatan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat menjadi bentuk perhatian terhadap warga yang mengalami musibah. Namun, langkah pencegahan dan pembinaan tetap diperlukan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sehari-hari dengan aman, tanpa harus menjadi korban salah sasaran akibat tawuran pelajar.

(YL)