Kawal Sapi Kurban dari Presiden Prabowo, Wali Kota Sukabumi Pastikan Predator Sehat Total dan Naikkan Kuota Penerima Daging
Sukabumi, Topikpubliknews.com – Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, memastikan seluruh hewan kurban di wilayahnya termasuk sapi bantuan kemasyarakatan dari Presiden RI Prabowo Subianto bernama “Predator” berada dalam kondisi sehat total dan siap didistribusikan kepada warga yang membutuhkan.
Ayep Zaki menyatakan bahwa pihak Pemerintah Kota Sukabumi telah menerjunkan tim khusus untuk memonitor langsung proses serah terima hingga kesehatan sapi berjenis simental dengan bobot raksasa 1,2 ton tersebut. Sapi milik orang nomor satu di Indonesia itu diserahkan kepada Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahussa’adah di Cigunung, Kecamatan Warudoyong.
”Kondisinya sehat dan dikawal langsung oleh dokter hewan dari DKP3 (Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan) Kota Sukabumi. Dari mulai beberapa minggu yang lalu sudah kita kawal, terutama kesehatannya. Jadi dijamin hewan kurban dari Presiden Prabowo ini dalam kondisi yang sehat total,” tegas Ayep Zaki saat memonitor lokasi, Minggu (14/6/2026).
Kenaikan Jumlah Penerima Manfaat Jadi 7.000 Orang
Tidak hanya memastikan kesehatan hewan kurban sang Presiden, Wali Kota Ayep Zaki juga membawa kabar baik terkait peningkatan jumlah penerima manfaat pada Iduladha tahun ini.
Menurutnya, Kota Sukabumi tahun ini menerima bantuan kurban berukuran besar sebanyak 7 ekor dengan total berat mencapai 6,7 ton yang disebar ke beberapa titik. Secara keseluruhan, hewan kurban yang dikelola oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Sukabumi saja menembus angka lebih dari 8 ton.
Hal ini berdampak langsung pada melonjaknya jumlah warga yang akan menerima paket daging kurban.
”Tahun kemarin hanya 5.000 penerima, tahun ini naik jadi 7.000-an penerima manfaat. Ada kenaikan signifikan,” ungkap Ayep Zaki.
Untuk mengantisipasi kericuhan saat pembagian, Wali Kota menjamin sistem distribusi akan diperketat dengan melibatkan jaringan sosial masyarakat.
”Untuk pembagiannya insyaallah aman karena sudah terkondisi timnya, dibantu juga oleh PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) menggunakan sistem kupon,” pungkasnya.
Prosedur Jinakkan Sapi “Predator” Milik Presiden
Di lokasi penyerahan, ukuran “Predator” yang super jumbo sempat menjadi tantangan tersendiri bagi pihak pesantren. Dibutuhkan tenaga ekstra dan penanganan khusus untuk melumpuhkan hewan kurban raksasa tersebut sebelum disembelih.
Proses menumbangkan sapi raksasa ini melibatkan tiga orang petugas jagal profesional dengan dibantu oleh tujuh orang santri. Mereka harus ekstra hati-hati menarik tali tambang agar sapi tidak mengalami stres dan mengamuk, yang bisa membahayakan warga sekitar.
”Kita serahkan saja sama yang profesional. Saya yakin insyaallah lancar. Kita sudah siapkan juga tim profesionalnya nanti untuk penyembelihan,” ujar Pimpinan Ponpes Miftahussa’adah, H Ismatullah.
Ismatullah juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Presiden Prabowo dan Pemkot Sukabumi atas kepercayaan dan pengawalan yang diberikan. Dari bobot 1,2 ton tersebut, diperkirakan akan menghasilkan sekitar 600 kilogram daging bersih yang akan dikemas menjadi 1.000 kantong.
”Kami dari pihak pondok pesantren terima kasih banyak kepada Pak Presiden yang sudah memberikan bantuan sapi kurban buat warga kota, juga Pemkot yang ikut mengawal. Daging dari sapi Presiden ini sepenuhnya akan kami prioritaskan bagi warga di sekitar pondok pesantren,” tutur Ismatullah.
Untuk memastikan seluruh warga sekitar kebagian, pihak pesantren juga akan mengombinasikannya dengan hewan kurban internal mereka, yakni 5 ekor sapi reguler dan beberapa ekor kambing.
