Dari Sukabumi untuk Dunia, Sang Maung Bodas Kenalkan Silat hingga Eropa dan Amerika

1779334448040

TopikPubliknews.com-SUKABUMI Perguruan Silat Sang Maung Bodas kembali menggelar Seminar dan Workshop Pencak Silat Internasional Sunda Camp 2026 di Padepokan PS Sang Maung Bodas, Kompleks Pesantren Dzikir Alfath, Karang Tengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, Rabu (20/5/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kota Sukabumi, Ketua Umum PS Sang Maung Bodas Irjen Pol Rudi Darmoko, perwakilan IPSI Jawa Barat, Ketua Umum IPSI Kota Sukabumi Mohammad Muraz, serta para pesilat dari DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Guru Besar PS Sang Maung Bodas, Prof. Dr. KH. Muhammad Fajar Laksana, CQM., M.M., mengatakan seminar dan workshop internasional tersebut rutin digelar setiap tahun bekerja sama dengan Guru Max dari Italia dalam wadah Sunda Camp.

Menurutnya, kegiatan tahun ini diikuti 16 pesilat internasional asal Italia serta 54 perguruan silat dari berbagai daerah di Indonesia, khususnya DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

“Alhamdulillah seminar workshop pencak silat internasional rutin digelar setiap tahun dengan menghadirkan 16 pesilat internasional dari Italia di bawah naungan Guru Max dan 54 perguruan silat dari Indonesia,” ujarnya kepada wartawan.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta menampilkan berbagai jurus pencak silat yang dipimpin langsung oleh Guru Max. Selain itu, ditampilkan pula atraksi seni debus dari Banten dan Sukabumi.

Fajar mengatakan kegiatan tersebut menjadi ajang berbagi pengetahuan antarpaguron sekaligus memperkenalkan pencak silat sebagai warisan budaya tak benda dunia yang telah ditetapkan UNESCO.

Ia menambahkan, Guru Max turut memperkenalkan hasil risetnya mengenai pencak silat dari berbagai daerah di Indonesia hingga Asia melalui sebuah buku yang dibagikan dalam acara tersebut.
“Di dalam buku itu juga ditulis silat aliran Maung Bodas, pengobatan tradisional, upacara adat, dan budaya secara utuh. Buku tersebut diedarkan ke berbagai negara di Asia, Eropa, dan Amerika,” katanya.

Menurutnya, upaya tersebut penting untuk menjaga, melestarikan, dan memperkenalkan pencak silat sebagai identitas budaya bangsa kepada dunia internasional.

Sementara itu, Guru Silat Internasional asal Italia, Massimiliano Moradhini atau Guru Max, mengatakan. Dirinya selama 20 tahun dirinya mendalami budaya Sunda Ketertarikannya terhadap pencak silat membuat dirinya terus mempelajari berbagai aliran silat di berbagai perguruan di Indonesia.

“Saya jatuh cinta pada budaya Sunda dan pencak silat. Banyak aliran yang memiliki karakter kuat seperti Sang Maung Bodas dan Cimande,” pungkasnya.

(Red).