Dari Pemuda untuk Sesama, Karang Taruna Desa Talaga Tebar Kebahagiaan di Harlah ke-66

 

topikpubliknews.com. Sukabumi – Karang Taruna Desa Talaga, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, salurkan bantuan berupa 50 paket sembako serta santunan bagi anak yatim, Minggu (27/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Bulan Bakti Karang Taruna sekaligus memeriahkan Hari Lahir (Harlah) Karang Taruna Nasional ke-66.

Ketua Karang Taruna Desa Talaga, Salim Mahfud, mengatakan kegiatan sosial tersebut menyasar masyarakat yang membutuhkan, khususnya para lanjut usia (lansia) dan anak-anak yatim yang tersebar di lima kedusunan di Desa Talaga.

“Bakti sosial yang digelar menyasar rumah-rumah lansia dan juga menyantuni anak-anak yatim. Setiap kedusunan kita sentuh dan kita berikan bantuan,” ujar Salim.
Menurutnya, bantuan yang disalurkan terdiri atas 50 paket sembako dan santunan untuk anak yatim,” ujarnya kepada topikpubliknews.com.

Dijelaskan Salim, Bakti sosial tersebut menjadi bagian dari upaya Karang Taruna dalam menumbuhkan kepedulian serta solidaritas sosial di kalangan generasi muda untuk meningkatkan semangat solidaritas teman-teman muda, bahwa anak muda memang sangat diperlukan tanggung jawab sosialnya terhadap masyarakat,” jelasnya.

Salim menuturkan, momentum Harlah Karang Taruna ke-66 menjadi pengingat bahwa organisasi kepemudaan tersebut memiliki perjalanan panjang sebagai wadah yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata di tengah masyarakat.

“Karang Taruna memang dilahirkan untuk menjadi agen sosial yang bisa memberikan dampak positif dan memberikan contoh kepada pemuda-pemuda atau remaja yang sedang ‘gabut’ untuk dirangkul bersama kami di Karang Taruna Desa Talaga,” tuturnya.

Semula kegiatan hanya dimaksudkan sebagai bentuk berbagi dan ungkapan syukur dalam momentum Harlah Karang Taruna, namun saat turun langsung ke lapangan, para pemuda justru menemukan berbagai kisah inspiratif dari masyarakat.

Salah satunya adalah pertemuan dengan seorang anak penyandang disabilitas yang duduk di tingkat kelas 2 SMA. Di tengah keterbatasannya, anak tersebut diketahui memiliki sejumlah prestasi, di antaranya hafalan Al-Qur’an sebanyak tiga juz serta kemampuan menghasilkan karya seni berupa lukisan.

Masih kata Salim, bantuan yang dibagikan kepada masyarakat berasal dari hasil kegiatan mamin (makanan dan minuman) Karang Taruna. Para anggota kemudian sepakat untuk menyisihkan hasil tersebut dan membagikannya kembali kepada masyarakat.

Bakti sosial ini sekaligus menjadi bentuk nyata keterlibatan generasi muda dalam pembangunan sosial di tingkat desa, sekaligus upaya menciptakan regenerasi pemuda yang aktif, peduli, dan memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya,”pungkasnya.

(SH)