Belut Cobek Sawah Asli di Sukabumi, Kuliner Langka Terasa Balik ke Zaman Dulu

1779938148580.IMG_20260523_123058_8

Sukabumi, Topikpubliknews.com – Menemukan hidangan belut sawah asli di era modern kini semakin sulit. Mayoritas restoran perkotaan kini beralih ke belut budidaya atau produk beku. Namun, bagi Anda pemburu kuliner otentik, Rumah Makan Balik Ka Lembur di Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, menyajikan sesuatu yang berbeda: Belut Cobek dari hasil tangkapan liar di sawah.

Keunikan menu di sini terletak pada kesegarannya. Belut tidak melalui proses pembekuan di dalam kulkas, melainkan langsung diolah sesaat setelah ditangkap warga dengan metode tradisional ngurek atau ngobor.

Salah seorang pengunjung, Ari Yulianti, mengaku rela datang jauh-jauh bersama rekannya demi mengobati rasa penasaran pada kuliner yang mulai langka ini.

“Rasanya sangat alami, gurih, dan tanpa pengawet. Sambalnya juga luar biasa segar karena dibuat dadakan. Nutrisinya masih sangat bagus karena fresh, tidak dibekukan dulu. Selain pas di lidah, harganya juga sangat ekonomis,” kata Ari.

Selain belut cobek dan goreng sebagai menu best seller, rumah makan bernuansa Sunda ini juga menyajikan burayak (anak ikan) serta beragam camilan tradisional yang sudah jarang ditemui di kota besar.

‎​Di balik kelezatan seporsi belut cobek, ada cerita pemberdayaan ekonomi lokal yang diusung oleh sang pemilik rumah makan, Ardiansyah. Ia mengatakan bahwa konsep Balik Ka Lembur lahir dari semangat kolaborasi bersama warga sekitar dan pelaku UMKM.

‎​Dia menjelaskan, seluruh pasokan belut di rumah makannya tidak berasal dari hasil budidaya atau peternakan, melainkan belut sawah asli yang ditangkap oleh warga lokal menggunakan metode tradisional, yaitu ngurek dan ngobor.

‎​”Niat awal saya adalah menggali potensi warga di sini. Banyak yang sehari-harinya bekerja ngurek dan ngobor, tetapi mereka sering kesulitan menjual hasil tangkapannya. Akhirnya kami berkolaborasi, kami tampung hasil tangkapan mereka untuk disajikan di sini,” ungkapnya.

‎​Strategi ini rupanya membuahkan hasil manis. Belut sawah asli memiliki tekstur dan kegurihan yang khas, menjadikannya menu paling dicari oleh pengunjung.

‎​”Menu favorit dan best seller di sini adalah Belut Cobek dan Burayak (anak ikan). Untuk belut, kami sediakan varian belut goreng dan belut cobek,” jelasnya.

‎​Tak hanya menu utama, rumah makan ini juga menyajikan kudapan tradisional khas Sunda hasil kreasi para ibu-ibu UMKM setempat, seperti deblo (makanan olahan singkong), comro, kue jala, cuhcur, pisang, bakwan, ciwang, tutut dan kudapan khas Sunda lainnnya.