Aksi Bela Rakyat 2626 Di Kota Sukabumi, Masa geruduk Balaikota dan Gedung DPRD
Sukabumi-Topikpubliknews.com
Aliansi masyarakat kota Sukabumi menggelar aksi bela rakyat 2626. Di ikuti dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari perwakilan forum RT RW. organda, LSM. ormas , Dan Komunitas motor sekota Sukabumi. Masa menyampaikan beberapa tuntutan dan menagih janji kepada walikota Sukabumi Ayep Zaki dan Bobby Maulana saat kampanye Pilkada 2024. Aksi tersebut di gelar di depan gedung balaikota kota Sukabumi dan di depan gedung DPRD kota Sukabumi. Jum’at 26/06/26.

Selain tuntutan kampanye masa juga menyoroti kebijakan walikota dalam menjalankan roda pemerintahan nya hingga menyuarakan pemakzulan terhadap Walikota Sukabumi Ayep Zaki yang di sampaikan Orator.
“ya tuntutan kami di aksi kami Seharusnya kan terkait angket ya, angket satu terkait TPPK, yang kedua rangkap jabatan yang memang sudah digulirkan di Dewan,” ujar kordinator aksi 2626

“Nah, tuntutan kami memang kemarin sudah berkomunikasi dengan pihak Polres seperti Sukabumi ya, bahwa abis ini kami meminta. Pak walikota, Wakil, dan 35 Dewan hadir, Nah hari ini ternyata tidak ada. Artinya saya kecewa banget,” tambahnya
Masa berupaya untuk menunggu 33 anggota dewan untuk bernegosiasi dalam penandatanganan fakta integritas meski sampai jam 20 wib malam tidak ada yang hadir, hingga masa membubarkan diri.
Menanggapi hal tersebut Ketua DPRD Wawan Juanda mengatakan bahwa penyampaian Aspirasi masa bela aksi mempunyai kewajiban moral secara konstitusional dalam menindak lanjuti aspirasi masyarakat.
“kami DPRD pimpinan dalam hal ini, tetap punya kewajiban moral konstitusional untuk menindaklanjuti aspirasi, Jelas ya ketika tuntutan hak angket tadi disampaikan itu positif saja,” ujar Ketua DPRD kota Sukabumi Wawan Juanda.
“Tentang wakaf maupun TKPP yang dua ini, Tanpa ada aksi pun, Sebetulnya kami DPRD sudah melakukan Pendalaman dan memang kita buktikan bahwa, Rekomendasi panja itu sudah Diakomodir untuk kalangan masyarakat,”

Masih kata wanju, sapaan akrab Wawan Juanda “Nah ketika ada laporan ASN kan baru dapat di terima dari teman-teman makanya kami Sampaikan bersama Pak Wakil dan ketua fraksi, saat itu dikumpulkan bahwa ini ada dokumen yang kita ingin tindak lanjut di pengawasan lebih tinggi.”
(Supri)
