Truk Boks Dihantam KA Pangrango di Karangtengah Sukabumi 1 Tewas 2 Luka Berat, Palang Pintu Disorot

0-0x0-0-0-{}-0-0#bokehtype:0#;illum:0 scene:0 humanIn:0;

0-0x0-0-0-{}-0-0#bokehtype:0#;illum:0 scene:0 humanIn:0;

Sukabumi, Topikpubliknews.com – Kecelakaan maut kembali terjadi di perlintasan kereta api Jalan Alternatif Cibadak-Nagrak, Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Jumat (19/6/2026) sore. Sebuah truk boks dihantam Kereta Api (KA) Pangrango hingga mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya luka berat.

​Tragedi ini menyoroti buruknya fasilitas keselamatan di lokasi kejadian. Pasalnya, saat peristiwa nahas itu terjadi, palang pintu perlintasan otomatis di lokasi sama sekali tidak berfungsi dan tidak ada petugas yang berjaga.

​Salah seorang saksi mata, Dimas (20), mengungkapkan bahwa truk boks bernomor polisi F 8364 TE tersebut awalnya melaju dari arah Nagrak menuju jalan utama Cibadak. Truk sempat terjebak di tengah rel karena kondisi lalu lintas di depannya tersendat oleh kendaraan besar lain.

​Di saat bersamaan, KA Pangrango melaju kencang dari arah Sukabumi menuju Bogor. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan hebat pun tak terhindarkan.

​”Kereta datang mendadak. Pas truk masuk ke rel, posisinya sudah mengunci di tengah karena ada mobil besar di depannya, sempat berhenti sebentar lalu tertabrak. Saat kejadian, palang pintu kiri-kanan tidak berfungsi dan sama sekali tidak ada petugas di lokasi,” ujar Dimas di lokasi kejadian.

​Merespons peristiwa ini, Kepala Desa Karangtengah, Agung Pratama Putra, angkat bicara. Ia sangat menyayangkan keberadaan fasilitas palang pintu di lokasi yang sudah dibangun selama setahun terakhir, namun justru terbengkalai tanpa adanya petugas resmi.

​Selama ini, keamanan di perlintasan maut tersebut hanya mengandalkan inisiatif dan kerelaan warga sekitar.

​”Kami sangat menyayangkan, di sini sudah dibangun palang pintu tetapi petugas yang menjaganya tidak ada sampai sekarang. Malahan warga kami yang membantu (menjaga) setiap sore. Di Desa Karangtengah ini total ada tiga perlintasan,” ungkap Agung.

​Agung menambahkan, pihak Pemerintah Desa (Pemdes) sebenarnya sudah berulang kali berkoordinasi dengan pihak Stasiun Karangtengah terkait bahaya perlintasan tersebut. Sayangnya, aduan warga seolah dianggap angin lalu.

​”Beberapa bulan ke belakang kami sudah koordinasi dengan Stasiun Karangtengah karena ada warga kami juga yang tertabrak di daerah Kemandoran. Cuma responsnya sampai saat ini belum ada,” tegasnya.

​Kerasnya benturan membuat truk boks terseret cukup jauh dari titik tabrakan awal. Truk yang terlempar kemudian menimpa seorang petugas sampah lingkungan dan pengendara sepeda motor Yamaha Mio bernomor polisi F 3940 TR yang tengah berada di sekitar lokasi.

​Akibatnya, pengendara motor bernama Dodi (43) meninggal dunia di tempat karena luka parah.

​Sementara itu, dua korban lainnya, termasuk seorang petugas sampah setempat bernama Rizky, mengalami luka berat. Seluruh korban luka langsung dievakuasi oleh warga dan petugas ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan medis.