Gotong Royong Warga Bangun Kembali Rumah Korban Kebakaran di Cimahi Girang, Anak-anak hingga Masyarakat Turut Peduli
SUKABUMI – TOPIK PUBLIK
Semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama terlihat di Kampung Cimahi Girang, Desa Cikahuripan, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.
Warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga masyarakat dewasa, ikut ambil bagian dalam membantu membangun kembali rumah warga yang menjadi korban kebakaran.
Aksi gotong royong tersebut berlangsung pada Sabtu (12/9/2026). Warga bahu-membahu mengerjakan pembangunan rumah korban sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap sesama yang tengah mengalami musibah.

Tidak hanya masyarakat dewasa, anak-anak juga terlihat ikut hadir dalam suasana gotong royong. Keterlibatan mereka menjadi gambaran bahwa nilai kepedulian dan kebersamaan telah ditanamkan sejak dini di lingkungan masyarakat.
Menurut Pak Ujang, kegiatan tersebut merupakan murni gerakan gotong royong masyarakat, khususnya warga lingkungan RW 06 Kampung Cimahi Girang dan masyarakat Desa Cimahi Girang.
“Ini kegiatan warga gotong royong yang membangun rumah korban kebakaran. Teknisnya di sini betul-betul gotong royong semua masyarakat, khususnya se-RW 06 di Kampung Cimahi Girang dan Desa Cimahi Girang,” ujar Pak Ujang.
Ia menjelaskan, terdapat empat rumah yang saat ini menjadi sasaran pembangunan kembali. Keempat rumah tersebut dihuni oleh delapan kepala keluarga (KK) yang terdampak musibah kebakaran.
Pembangunan dilakukan secara bertahap dengan mengandalkan kekuatan swadaya masyarakat. Warga berharap rumah-rumah tersebut nantinya dapat kembali berdiri dan memberikan tempat tinggal yang layak bagi para korban.
“Yang diperbaiki itu empat rumah dan di dalamnya ada delapan kepala keluarga,” jelasnya.
Menurutnya, masyarakat selama ini juga terus melakukan penggalangan bantuan dari para donatur. Harapan besarnya, kondisi rumah korban dapat dikembalikan seperti semula sehingga keluarga yang terdampak bisa kembali menjalani kehidupan dengan lebih tenang.
“Cita-cita kami ingin seperti semula, selesai begitu,” ungkapnya.
Meski mengandalkan swadaya masyarakat, sejumlah pihak turut memberikan dukungan. Bantuan antara lain datang dari pemerintah daerah melalui BPBD, pihak kecamatan, desa, sekolah, SPPG, serta dusun-dusun terdekat yang ikut memberikan bantuan sesuai kemampuannya.
“Alhamdulillah, ada sebagian bantuan dari pemerintah daerah seperti BPBD, kecamatan, desa, sekolah, SPPG, dan dusun-dusun terdekat juga ikut membantu,” katanya.
Semangat kebersamaan tersebut menjadi kekuatan utama dalam proses pembangunan. Warga tidak hanya memberikan tenaga, tetapi juga bergotong royong menyediakan berbagai kebutuhan pembangunan sesuai kemampuan masing-masing.
Untuk penyelesaian pembangunan, masyarakat menargetkan seluruh rumah dapat kembali dibangun dalam waktu maksimal dua bulan.
“Target kami maksimal dua bulan, empat rumah ini ingin beres,” tegas Pak Ujang.
Namun, untuk mewujudkan target tersebut, dukungan dari masyarakat luas dan para donatur masih sangat dibutuhkan. Karena itu, pihaknya mengajak siapa pun yang memiliki rezeki lebih untuk turut membantu meringankan beban warga korban kebakaran.
“Harapan kami, bagi siapa saja yang mau menyambung ikut berdonasi untuk warga kami ini, kami sangat mengharapkan uluran tangan dari para donatur,” tuturnya.
Penggalangan bantuan untuk korban kebakaran tersebut disalurkan melalui Baitul Mal Assasul Islam.
Bagi masyarakat yang ingin memberikan bantuan, informasi rekening donasi dapat dicantumkan melalui:

Gotong royong warga Cimahi Girang menjadi bukti bahwa kepedulian tidak mengenal usia. Dari anak-anak hingga masyarakat dewasa, semuanya dapat mengambil bagian sesuai kemampuan.
Di tengah musibah yang menimpa delapan keluarga, kebersamaan warga menjadi harapan untuk membangun kembali bukan hanya rumah, tetapi juga semangat kehidupan para korban agar dapat bangkit dan menjalani hari-hari mereka seperti sediakala.
(YL)
