Tim Riset Peneliti Lintas Disiplin TNGGP Sampaikan Temuan Species Baru Di Kawah Purba Dalam Diskusi
Sukabumi-Topikpubliknews.Com
Dalam rentetan sejarah Taman Nasional Gunung gede Pangrango menyimpan banyak potensi alam dan Ekosistem Hayati. Meskipun Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) sudah menjadi laboratorium alam pegunungan tropis selama lebih dari 200 tahun. Namun masih menyimpan area blank spot atau kawasan misterius yang keanekaragaman hayatinya belum sepenuhnya terdata.

Salah satu bukti nyata di temukan berbagai Spesies baru Frola fan Fauna, dalam perjalanan Expedisi Tim Jelajah riset TNGGP dan Badan Riset dan Inovasi Nasional ( BRIN ) serta tim lainnya yang tergabung dalam Tim Lintas Disiplin, ke wilayah Kawah Purba Pangrango. Pada Oktober 2026, untuk menyingkap potensi alam yang selama ini minim data.
Medan yang Terisolasi dan minim akses yang sangat sulit dan berbahaya, Area Kawah Purba memiliki Potensi dan ekosistem yang belum terungkap, sehingga puluhan tahun menjadi area yang jarang terjamah oleh peneliti.
TNGGP adalah rumah bagi spesies langka seperti Elang Jawa, Owa Jawa, Macan Tutul, hingga tumbuhan unik seperti Rafflesia rochussenii. Para peneliti percaya masih banyak mikroorganisme, serangga, dan varietas tumbuhan bawah yang belum sempat diidentifikasi, sehingga ini menjadi potensi Kekayaan Flora dan Fauna yang tersembunyi.

Selain keanekaragaman hayati, struktur batuan dan aktivitas geotermal purba di dalam kawasan tersebut masih memerlukan pemetaan geologi yang lebih dalam, dan menjadikan kawasan tersebut menjadi Kondisi Geologi yang Unik. Riset alam di TNGGP terus berjalan untuk memastikan kawasan konservasi ini dapat dikelola dengan baik serta dilindungi dari ancaman kerusakan ekosistem.
Dipilihnya nya kawasan kawah Purba dalam penelitian lanjutan, yang belum di jamah oleh Naturalisasi eropa kawasan tersebut menjadi tujuan utama tim Lintas Disiplin dalam meneliti Ekosistem yang tersimpan, hal tersebut di katakan Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung gede Pangrango Sadtata Noor Adirahmanta. Usai diskusi penemun Species Baru. Di Bungbuay Camp Situgunung.
“Jadi gini, kenapa Kawah Purba menjadi target penjelajahan ya?
Penjelajahan ini spiritnya adalah scientific expedition. Jadi berdasarkan catatan-catatan penjelajahan, sebenarnya di seluruh Jawa itu sudah hampir semuanya dijelajahi oleh para naturalis Eropa zaman dulu. Nah ternyata Kawah Purba ini salah satu area yang masih belum dijelajahi oleh mereka, masih blank spot data keanekarangan Hayati, itu yang mendorong saya untuk melakukan penjelajahan di situ dengan membawa peneliti, begitu spiritnya,” Jawab Kabalai saat di mintai keterangan

“Expedisi melibatkan peneliti dari BRIN dan beberapa taksa yang tadi sudah dipaparkan ada burung, herpet, jamur, serangga, dan macam-macam, dan juga di samping peneliti BRIN ada peneliti independen yang sudah selalu saya ajak sejak pertama kali saya penjelajah,” tambahnya
KA Balai Menyebut bahwa beberapa penemuan Baru dari ekosistem baru flora dan Fauna di kawasan kawah Purba.
“Kalau yang di cover by ini kan tentang keanekargaman Hayati khususnya ya.
Jadi ya, ada beberapa catatan, ada potensi-potensi spesies baru maupun potensi new record, itu yang ada di Kawah Purba, ya, karena kami tidak membawa ahli-ahli yang lain,” tegas Sadtata.
karena di tempat-tempat sebelumnya kami membawa ahli-ahli macam-macam, bahwa ada ahli sejarah, ahli goa, segala macam, tergantung kebutuhan di kawasan itu. Expedisi di lakukan selama tujuh hari, di puncak kegiatan Tim m lakukan Diskusi dalam menyampaikan berbagai hasil temuan di lapangan.
“Yang jelas ini kumpulan dari sekian hari kita di lapangan Karena selama kami di lapangan setiap malam itu kami koordinasi, Sampaikan hasil capaian hari itu dan rencana hari besoknya
Nah hari ini adalah kompilasi dari sekian hari dari masing-masing taksa tadi. Nah itu yang mereka sampaikan ke kami,” ujar Orang no 1 di BB TNGGP.
Di tanya kapan hasil temuan nya di Publikasikan kepala Balai menyampaikan bahwa hasil temuan nya akan dikaji terlebih dahulu oleh para peneliti.

“Tentu potensi-potensi temuan tadi itu akan dibawa oleh para penelitiannya untuk dikaji lebih lanjut untuk mendapatkan legitimasi ya ini jenis baru atau ini catatan baru. Nah itu perlu proses yang cukup panjang. Nah targetnya ke situ.” Tandasnya.
Potensi di Gunung Gede Pangrango khususnya Kawah Purba, masih sangat potensial untuk ditemukan spesies atau ekosistem baru, Pihak Taman Nasional berencana kedepan akan melakukan riset dan penelitian lanjutan di area yang belum terjamah oleh tangan manusia pada area yang berbeda di Taman Nasional.
(SP).
