Peringati Hari Tani Nasional 2026, Rozak Daud Bersama Sejumlah Organisasi Gelar Rapat Akbar Perjuangkan Reforma Agraria
SUKABUMI – TOPIK PUBLIK
Dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional Tahun 2026, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Serikat Petani Indonesia (SPI) Sukabumi bersama sejumlah organisasi masyarakat sipil dan organisasi kemahasiswaan menggelar Rapat Akbar Peringatan Hari Tani Nasional, Sabtu (26/9/2026), di SMA Panumbangan Kabupaten Sukabumi.
Mengusung semangat Petani Bersatu untuk Keadilan Agraria, kegiatan tersebut melibatkan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gema Petani, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Fraksi Rakyat, dan Hijau Hitam Law Firm.
Ketua DPC SPI Sukabumi, Rozak Daud, melalui pemberitahuan kegiatan mengajak seluruh petani penggarap, khususnya yang berada di lahan Hak Guna Usaha (HGU) maupun bekas HGU, untuk bergabung dalam konsolidasi perjuangan agraria.
Kehadiran berbagai elemen masyarakat dalam rapat akbar tersebut diharapkan mampu memperkuat solidaritas, membangun kesamaan langkah, serta membuka ruang komunikasi mengenai berbagai persoalan pertanahan yang dihadapi masyarakat petani.
Menurut Rozak, perjuangan agraria membutuhkan persatuan dan keterlibatan berbagai pihak. Oleh karena itu, momentum Hari Tani Nasional diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga sarana memperkuat konsolidasi organisasi petani bersama mahasiswa dan masyarakat sipil.
Rapat akbar ini sekaligus menjadi wadah untuk menyatukan aspirasi petani penggarap, membangun solidaritas antarkelompok, serta mendorong penyelesaian persoalan agraria melalui mekanisme yang berlaku.
Hari Tani Nasional, Momentum Memperjuangkan Hak Petani
Peringatan Hari Tani Nasional yang jatuh setiap 24 September memiliki makna historis karena bertepatan dengan lahirnya Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA). Undang-undang tersebut menjadi landasan hukum pertanahan nasional, termasuk pengaturan hak atas tanah dan kepastian hukum bagi masyarakat.
Melalui rapat akbar ini, SPI Sukabumi bersama organisasi yang terlibat berharap dapat memperkuat konsolidasi petani penggarap dan mendorong penyelesaian persoalan agraria secara berkeadilan.
Semangat Tanah untuk Rakyat dan Reforma Agraria Sejati menjadi pesan utama yang diusung dalam kegiatan tersebut, sekaligus mengingatkan pentingnya kesejahteraan petani dan keberlanjutan sektor pertanian.
(RED)
