Peringati Hari Santri, Kapolres Sukabumi Kota Bekali Ribuan Santri dengan Edukasi Bahaya Narkoba hingga Judol

IMG_20261021_165303

SUKABUMI – TOPIK PUBLIK  Memperingati Hari Santri Nasional 2026, Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo, S.H., S.I.K., M.H., mendorong penguatan pengetahuan dan wawasan para santri melalui kegiatan Camp Qiyamullail Prima yang digelar di Lapang Cijagung, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Rabu (21/10/2026).

Kegiatan yang diikuti perwakilan pondok pesantren dari wilayah Kota dan Kabupaten Sukabumi tersebut menjadi momentum untuk membangun generasi santri yang berilmu, berakhlak, serta memiliki kepedulian terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Kapolres Sukabumi Kota AKBP Sentot Kunto Wibowo, S.H., S.I.K., M.H.,

Dalam keterangannya, AKBP Sentot Kunto Wibowo menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan Hari Santri tidak hanya diisi dengan aktivitas keagamaan, tetapi juga pembekalan pengetahuan yang relevan dengan tantangan sosial di kalangan generasi muda.

“Tujuan utamanya adalah memberikan ilmu dan pengetahuan kepada para santri agar ke depannya memiliki ilmu yang bermanfaat dan bisa menjadi teladan di tengah masyarakat. Harapannya, hal ini turut berdampak pada terciptanya situasi kamtibmas yang kondusif,” ujarnya.

Menurutnya, materi yang diberikan mencakup berbagai persoalan yang perlu diwaspadai generasi muda, mulai dari bahaya penyalahgunaan narkoba, judi online (judol), pinjaman online (pinjol), hingga kekerasan di kalangan remaja.

Selain pembekalan materi, kegiatan tersebut juga diisi dengan rangkaian ibadah, seperti salat, mengaji, zikir, dan doa bersama untuk Indonesia agar senantiasa aman serta terhindar dari berbagai bencana.

Kapolres berharap para santri yang mengikuti kegiatan dapat membawa pulang pengetahuan yang diperoleh untuk dibagikan kembali kepada santri lainnya di pondok pesantren masing-masing.

Dengan demikian, manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan oleh peserta yang hadir, tetapi juga dapat meluas ke lingkungan pesantren dan masyarakat.

“Harapan kami, sinergi antara Polri, TNI, ulama, santri, dan pemerintah semakin kuat sehingga Sukabumi menjadi daerah yang aman, religius, dan bermartabat,” ungkapnya.

Diikuti Perwakilan 60 Pondok Pesantren

AKBP Sentot menyebutkan, kegiatan Camp Qiyamullail Prima melibatkan perwakilan dari sekitar 60 pondok pesantren di Kota dan Kabupaten Sukabumi.

Jumlah peserta kem diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.200 orang. Sementara itu, upacara peringatan Hari Santri Nasional pada Kamis (22/10/2026) diproyeksikan diikuti sekitar 1.600 peserta.

Besarnya partisipasi tersebut diharapkan menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat peran pesantren dalam membangun karakter generasi muda yang berintegritas dan bertanggung jawab.

Polres Sukabumi Kota Siapkan Program Police Go to Pesantren

Dalam kesempatan itu, Kapolres juga mengungkapkan rencana pengembangan program edukasi kepolisian melalui Police Go to Pesantren.

Program tersebut merupakan pengembangan dari Police Go to School yang selama ini menyasar lingkungan sekolah. Melalui program baru ini, kepolisian akan memperluas edukasi dan pembinaan hingga ke pondok pesantren.

Materi yang disampaikan nantinya berfokus pada pencegahan penyalahgunaan narkoba, judi online, pinjaman online yang berisiko, kekerasan remaja, serta berbagai persoalan lain yang berkaitan dengan kamtibmas.

Menurut Kapolres, lingkungan pesantren juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. Karena itu, sinergi dengan para pengasuh pondok pesantren dan tokoh agama dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman santri terhadap berbagai ancaman sosial.

Melalui rangkaian Hari Santri Nasional dan rencana program Police Go to Pesantren, Polres Sukabumi Kota berharap para santri tidak hanya menjadi generasi yang kuat dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan, kesadaran hukum, serta mampu menjadi pelopor terciptanya keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Dengan kolaborasi yang berkelanjutan antara aparat keamanan, pesantren, dan pemerintah, para santri diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam mewujudkan Sukabumi yang aman, religius, dan bermartabat.

(YL)