Lansia Mandiri, Generasi Sandwich Berkurang: Dinsos Sukabumi Perkuat Perlindungan bagi Lansia Terlantar

IMG_20260715_100123

SUKABUMI –TOPIK PUBLIK 

Pemerintah Kabupaten Sukabumi menegaskan komitmennya dalam mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan produktif melalui peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 tingkat Kabupaten Sukabumi yang digelar di Aula Hotel Sukabumi Indah, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., Wakil Bupati H. Andreas, S.E., Sekretaris Daerah Kabupaten Sukabumi, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, organisasi lansia, serta para peserta lansia dari berbagai wilayah di Kabupaten Sukabumi.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi Ir. Bambang Widyantoro, M.T.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Ir. Bambang Widyantoro, M.T., mengatakan peringatan HLUN bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesejahteraan lansia sekaligus memperkuat peran mereka di tengah masyarakat.

Menurutnya, keberadaan lansia yang sehat, mandiri, dan tetap berdaya akan memberikan dampak besar bagi kehidupan keluarga, terutama dalam mengurangi beban generasi sandwich, yakni kelompok usia produktif yang harus menanggung kebutuhan orang tua sekaligus anak-anaknya.

“Data statistik menunjukkan sekitar 60 hingga 70 persen angkatan kerja saat ini merupakan generasi sandwich. Jika para lansia tetap sehat, mandiri, dan berdaya, mereka tidak akan menjadi beban tambahan bagi keluarganya,” ujar Bambang.

Ia menegaskan bahwa menjaga kesehatan merupakan langkah paling mendasar agar lansia tetap aktif dan mampu menjalani kehidupan secara mandiri. Selain itu, para lansia juga diharapkan saling berbagi pengalaman dan memberikan semangat kepada sesama agar tetap produktif di usia senja.

“Lansia yang sehat berarti tidak menjadi beban bagi anak-anaknya. Karena itu, kami terus mendorong para lansia untuk saling menyemangati, menjaga kesehatan, serta tetap mandiri dan berdaya,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menjelaskan bahwa program bantuan permakanan bagi lansia terlantar masih terus berjalan melalui Kementerian Sosial. Bantuan tersebut diprioritaskan bagi lansia terlantar yang masuk dalam kategori desil 1 hingga 4 Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekstrem Nasional (DTKSEN).

“Dinas Sosial berperan melakukan koordinasi dengan Kementerian Sosial agar bantuan permakanan dapat terus disalurkan kepada lansia yang benar-benar membutuhkan,” jelasnya.

Selain bantuan permakanan, Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi juga terus melakukan koordinasi dalam penanganan lansia terlantar yang membutuhkan perlindungan lebih lanjut.

Bagi lansia yang sudah tidak memiliki kemampuan ekonomi maupun dukungan keluarga, pemerintah berupaya menyalurkan mereka ke panti rehabilitasi lansia milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Namun demikian, Bambang mengakui kapasitas panti rehabilitasi masih terbatas sehingga belum mampu menampung seluruh lansia yang membutuhkan pelayanan.

“Jika kondisinya sudah sangat berat dan tidak mampu hidup mandiri, kami usulkan untuk mendapatkan pelayanan di panti rehabilitasi. Namun pengelolaan panti berada di bawah pemerintah provinsi dan daya tampungnya juga masih terbatas,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini masih ditemukan lansia terlantar yang hidup seorang diri, bergantung pada bantuan tetangga maupun kerabat, bahkan ada yang belum memiliki identitas kependudukan. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

Pada momentum HLUN ke-30 ini, secara simbolis juga diserahkan bantuan sosial berupa paket permakanan kepada lansia terlantar sebagai bentuk kepedulian pemerintah terhadap kelompok masyarakat yang rentan.

Melalui peringatan Hari Lanjut Usia Nasional, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap semangat gotong royong dalam merawat dan melindungi para lansia terus tumbuh, sehingga mereka dapat menjalani masa tua dengan sehat, mandiri, bermartabat, serta tetap berkontribusi bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. ( YL)