Indra A. Oktariawan Bertemu Menteri Ekonomi Kreatif RI, Bahas Kolaborasi Strategis Pemberdayaan Anak Muda dan Penguatan Ekonomi Daerah
JAKARTA – TOPIK PUBLIK
Upaya memperkuat ekonomi kreatif, UMKM, serta membuka ruang lebih luas bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional terus didorong melalui kolaborasi lintas sektor.
Hal tersebut menjadi salah satu pokok pembahasan dalam pertemuan Indra A. Oktariawan dengan Menteri Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, pada Selasa, 18 Agustus 2026, di Ruang Rapat Kementerian Ekonomi Kreatif RI, Jakarta.
Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk bertukar gagasan sekaligus membahas peluang kolaborasi strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi kreatif, khususnya di daerah.
Dalam pertemuan yang berlangsung konstruktif itu, terdapat empat fokus utama yang menjadi perhatian, yakni penguatan UMKM, optimalisasi potensi ekonomi kreatif daerah, perluasan lapangan kerja, serta pemberdayaan generasi muda sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.

Penguatan UMKM dinilai penting karena sektor tersebut menjadi salah satu fondasi perekonomian yang perlu terus didorong melalui peningkatan kapasitas, digitalisasi, inovasi, akses pasar, hingga pembangunan ekosistem usaha yang lebih inklusif.
Sementara itu, potensi ekonomi kreatif di daerah juga dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru. Setiap daerah memiliki karakter, kreativitas, sumber daya, dan keunggulan lokal yang apabila dikelola secara tepat dapat menghasilkan nilai tambah sekaligus membuka akses pasar yang lebih luas.
Tidak kalah penting, pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja. Pertumbuhan ekonomi tidak hanya diukur melalui aktivitas usaha, tetapi juga dari sejauh mana sektor tersebut mampu melahirkan wirausaha baru dan menyerap tenaga kerja, terutama dari kalangan anak muda.
Dalam konteks pemberdayaan generasi muda, Indra A. Oktariawan menilai anak muda harus ditempatkan bukan sekadar sebagai penerima manfaat pembangunan, melainkan sebagai pelaku, inovator, entrepreneur, sekaligus pemimpin perubahan.
“Anak muda harus diberikan ruang untuk menjadi bagian dari solusi. Kita ingin melihat potensi yang ada di daerah tidak berhenti sebagai potensi, tetapi mampu dikonversi menjadi kekuatan ekonomi, membuka lapangan kerja, dan memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.”
Salah satu daerah yang dinilai memiliki peluang untuk menjadi ruang tumbuh kreativitas dan kewirausahaan generasi muda adalah Kota Sukabumi. Potensi sumber daya manusia, kreativitas anak muda, serta karakter ekonomi lokal yang terus berkembang menjadi modal penting untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang lebih kuat.
Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dunia pendidikan, dan generasi muda. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada gagasan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program dan langkah konkret yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Indra A. Oktariawan menegaskan, pembangunan daerah membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada program, tetapi juga mengedepankan kolaborasi, keberanian mengambil peluang, serta keberpihakan terhadap potensi generasi muda.
Pertemuan dengan Menteri Ekonomi Kreatif RI tersebut sekaligus menunjukkan pentingnya membangun komunikasi antara pemerintah pusat dengan para penggerak muda di daerah. Dengan jejaring dan dukungan yang semakin luas, berbagai potensi lokal diharapkan dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang memiliki daya saing.
Ke depan, semangat kolaborasi tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui penguatan UMKM, pengembangan ekonomi kreatif daerah, penciptaan lapangan kerja, serta program pemberdayaan generasi muda yang berkelanjutan.
Bagi Indra A. Oktariawan, keberhasilan pembangunan ekonomi daerah bukan semata-mata dilihat dari angka pertumbuhan, tetapi juga dari seberapa besar masyarakat, khususnya generasi muda, memperoleh kesempatan untuk tumbuh, berkarya, menciptakan lapangan kerja, dan mengambil peran dalam menentukan masa depan daerahnya.
Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas kreatif, dan generasi muda pun diharapkan menjadi kekuatan baru dalam mewujudkan ekonomi daerah yang produktif, inklusif, berdaya saing, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia. ( YL)
