Garnita Malahayati Jabar Dikukuhkan, Tuti Yasin Dorong Perempuan Makin Berdaya

IMG_20260823_113217

BANDUNG — TOPIK PUBLIK

Semangat memperkuat peran, kapasitas, dan keterwakilan perempuan terus digaungkan Garda Wanita (Garnita) Malahayati Partai NasDem. Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Garnita Malahayati NasDem resmi melantik dan mengukuhkan kepengurusan tingkat wilayah serta daerah se-Jawa Barat di Hotel Grand Mercure Setiabudi, Kota Bandung, Sabtu (22/8/2026).

Dalam momentum tersebut, sebanyak 24 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Garnita Malahayati kabupaten/kota se-Jawa Barat dilantik secara bersamaan. Pelantikan ini menjadi langkah penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi sekaligus memperluas jejaring dan peran perempuan NasDem di berbagai daerah.

Ketua Umum DPP Garnita Malahayati NasDem, Andina Thresia Narang, B.Comm., didampingi Sekretaris Jenderal Tantri Moerdopo, S.Sos., M.P.P., Wakil Ketua Umum, jajaran pengurus harian DPP Garnita Malahayati, serta Koordinator Wilayah Jawa Barat Jolanda Purba, menegaskan bahwa pelantikan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi.

Menurut Andina, penguatan struktur kepengurusan di seluruh tingkatan menjadi bagian penting dalam memperkokoh kaderisasi, membangun jaringan, serta mempersiapkan perempuan NasDem menghadapi dinamika politik menuju Pemilu 2029.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan keterwakilan perempuan dalam politik. Andina menyebut NasDem telah mencatatkan keterwakilan perempuan lebih dari 30 persen di lembaga legislatif, baik di tingkat DPR RI maupun DPRD Provinsi.

“Dari NasDem, kami sudah mencapai lebih dari 30 persen untuk anggota legislatif perempuan, baik di tingkat DPR RI maupun DPRD Provinsi. Ini bukan lagi menjadi masalah buat kami, tetapi justru menjadi titik awal. Target kami, pada Pemilu 2029 nanti keterwakilan perempuan bisa mencapai 50 persen,” ungkap Andina.

Tuti Yasin: Perempuan Harus Berdaya dan Berdampak

Sementara itu, Ketua DPW Garnita Malahayati NasDem Jawa Barat, dr. Tuti Yasin, M.M., menegaskan bahwa kepengurusan yang baru dilantik tidak boleh berhenti pada kegiatan seremonial. Garnita Malahayati Jabar, kata dia, harus mampu menghadirkan program yang memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya kaum perempuan.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masih tingginya kasus kekerasan seksual terhadap perempuan. Karena itu, Tuti menilai edukasi dan sosialisasi mengenai perlindungan serta hak-hak perempuan perlu diperkuat secara berkelanjutan hingga ke tingkat akar rumput.

Selain perlindungan perempuan, Garnita Malahayati Jabar juga akan mendorong optimalisasi Akademi Perempuan NasDem sebagai ruang edukasi, peningkatan kapasitas, pengembangan wawasan, serta pembentukan karakter perempuan agar semakin percaya diri dan mampu mengambil peran di tengah masyarakat.

Program pemberdayaan juga akan diperkuat melalui berbagai pelatihan keterampilan dan soft skill. Langkah tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi perempuan untuk mengembangkan potensi, meningkatkan kemampuan, sekaligus membangun kemandirian ekonomi.

“Kami ingin memberikan wadah agar perempuan-perempuan ini tidak hanya scrolling di rumah, tetapi bisa berdaya dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitarnya,” pungkas Tuti.

Tuti menambahkan, perempuan memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan di berbagai sektor apabila mendapatkan ruang, kesempatan, edukasi, serta dukungan yang memadai.

Dengan dikukuhkannya kepengurusan Garnita Malahayati NasDem tingkat wilayah dan daerah se-Jawa Barat, organisasi tersebut diharapkan semakin solid dan aktif menjalankan agenda pemberdayaan perempuan.

Tidak hanya memperkuat peran perempuan dalam organisasi dan politik, Garnita Malahayati Jabar juga diharapkan mampu melahirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, sehingga kehadiran perempuan NasDem semakin terasa dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Jawa Barat. ( YL)