Bimtek RT/RW Gunung Puyuh Jadi Momentum Perkuat Sinergi
KOTA SUKABUMI – TOPIK PUBLIK
Pemerintah Kelurahan Gunung Puyuh, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi, terus mendorong peningkatan kapasitas aparatur kewilayahan sebagai ujung tombak pelayanan masyarakat.
Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Peningkatan Kapasitas Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) yang dibuka langsung oleh Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Kelurahan Gunung Puyuh, Jalan Gotong Royong Nomor 9, tersebut diikuti para Ketua RT dan RW se-Kelurahan Gunung Puyuh.
Selain menjadi ruang pembekalan, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyerahan atribut RT dan RW sebagai bentuk dukungan sekaligus penguatan identitas dan peran pengurus dalam menjalankan tugas pelayanan di tengah masyarakat.
Turut hadir Camat Gunung Puyuh, Lurah Gunung Puyuh Mamat, SE., M.A.P., Danramil Gunung Puyuh, Perwakilan Polsek Gunung Puyuh serta para narasumber, di antaranya Dr. Asep Deni, M.M., CQM., CBA., akademisi, pakar manajemen sekaligus pengamat kebijakan publik, dan narasumber dari Kejaksaan Negeri Kota Sukabumi.
Dalam sambutannya, Lurah Gunung Puyuh Mamat, SE., M.A.P. menjelaskan bahwa Bimtek peningkatan kapasitas RT/RW merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan melalui Dana Kelurahan.
Kegiatan tersebut dinilai penting untuk meningkatkan pemahaman pengurus mengenai tugas, fungsi, serta tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Kelurahan Gunung Puyuh saat ini memiliki 12 RW dan 44 RT. Dengan jumlah tersebut, keberadaan RT dan RW menjadi salah satu kekuatan penting dalam membangun komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat di tingkat lingkungan.
“Melalui kegiatan ini diharapkan para Ketua RT dan RW semakin memahami tugas dan perannya, sekaligus mampu memperkuat sinergitas dalam mendukung berbagai program pembangunan di wilayah,” ungkap Mamat.
Sementara itu, Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki menegaskan bahwa RT dan RW merupakan bagian penting dalam sistem pemerintahan yang berhadapan langsung dengan dinamika masyarakat. Karena itu, menurutnya, pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur.
“RT dan RW itu merupakan bagian dari struktur pemerintahan. Karena itu, kita harus bersama-sama membangun sinergi. TNI dan Polri juga harus mendukung, karena pembangunan ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita bersama,” tegas H. Ayep Zaki.
Ia juga menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Sukabumi untuk terus memberikan perhatian terhadap kesejahteraan Ketua RT dan RW, termasuk melalui dukungan insentif. Dukungan tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi para pengurus untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan kepedulian terhadap warga.
Dalam arahannya, Wali Kota turut mengingatkan pentingnya membangun kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Mulai dari pajak kendaraan bermotor, PBB-P2, pajak hotel dan tempat hiburan, hingga berbagai sumber penerimaan daerah lainnya.
Menurutnya, penerimaan pajak memiliki peran penting dalam mendukung Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang selanjutnya digunakan untuk membiayai pembangunan serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Pajak yang dibayarkan masyarakat kembali lagi untuk masyarakat. Karena itu, mari kita bangun kesadaran bersama untuk membayar pajak,” ujarnya.
H. Ayep Zaki juga mengajak para Ketua RT dan RW untuk menjadi penggerak kepedulian sosial di lingkungan masing-masing. Berbagai persoalan seperti pengangguran, stunting, kemiskinan ekstrem, infrastruktur, hingga pemberdayaan penyandang disabilitas, menurutnya, membutuhkan kepedulian dan kolaborasi bersama.
Pemerintah Kota Sukabumi, lanjutnya, juga terus mendorong program Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) sebagai salah satu alternatif membuka kesempatan kerja bagi masyarakat. Program tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Selain itu, Wali Kota menekankan pentingnya setiap program pembangunan disusun secara terarah, mulai dari perencanaan, penetapan indikator keberhasilan hingga evaluasi secara berkala.
Dengan demikian, program yang dilaksanakan dapat benar-benar memberikan manfaat dan dampak nyata bagi masyarakat.

Penyerahan atribut RT dan RW dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu simbol penguatan peran pengurus kewilayahan.
Atribut tersebut diharapkan tidak hanya menjadi identitas dalam menjalankan tugas, tetapi juga menjadi pengingat akan tanggung jawab RT dan RW sebagai mitra pemerintah sekaligus pelayan masyarakat.
Bimtek kemudian menjadi ruang untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kapasitas para Ketua RT dan RW dalam menghadapi berbagai persoalan di lingkungan.
Dengan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, RT/RW, TNI-Polri dan masyarakat, Kelurahan Gunung Puyuh diharapkan mampu terus berkembang menjadi wilayah yang maju, aman, sehat, dan sejahtera. ( YL)
