Antisipasi Kemacetan, Dishub Kabupaten Sukabumi Uji Coba Optimalisasi Terminal Cibadak
Sukabumi- Topikpubliknews.com Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukabumi resmi melaksanakan uji coba optimalisasi Terminal Cibadak mulai Senin (6/7/2026).

Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata dalam meminimalisir kemacetan arus lalu lintas, meningkatkan fungsi terminal, serta menata kembali pelayanan angkutan umum di kawasan tersebut.
Pada tahap awal, fokus penataan diarahkan pada operasional Angkutan Kota (Angkot) yang kerap memicu penumpukan kendaraan di jalan protokol. Beberapa trayek utama yang diuji coba untuk ditertibkan masuk ke dalam terminal meliputi trayek 09 rute Cibadak–Benda, trayek Cibadak–Nagrak, serta trayek Cibadak–Cisaat.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sukabumi, Mubtadi Latip kepada Radar Sukabumi mengatakan, bahwa pelaksanaan uji coba ini merupakan tindak lanjut dari hasil rapat koordinasi intensif.
Rapat tersebut melibatkan lintas sektoral mulai dari UPTD Terminal Cibadak dan Cicurug, Organisasi Angkutan Darat (Organda), hingga Kelompok Kerja Unit (KKU) Cicurug.
“Kami sudah melakukan sosialisasi bersama seluruh stakeholder, mulai dari pengurus, pengurus jalur, hingga para sopir terkait peningkatan fungsi Terminal Cibadak ini. Tujuannya agar angkot yang melewati Cibadak dapat masuk ke terminal, tidak ada lagi yang ngetem di pertigaan Simpang Ratu ataupun di tempat-tempat lain,” ujar Mubtadi saat dikonfirmasi Radar Sukabumi pada Minggu (12/7).
Mubtadi menjelaskan, penertiban ini terbukti efektif mengurangi volume kendaraan yang kerap berhenti lama di bahu jalan, terutama di sepanjang Jalan Raya Surya Kencana yang selama ini menjadi titik krusial kemacetan.
Berdasarkan pantauan pada hari pertama, seluruh proses uji coba berjalan dengan lancar karena mendapat dukungan penuh dari para pelaku transportasi darat setempat.
“Alhamdulillah, sekarang Terminal Cibadak sudah dapat berfungsi dengan sebaik-baiknya. Kepadatan di jalan utama Surya Kencana sudah bisa terurai karena angkot tidak lagi banyak ngetem dalam durasi yang lama di jalanan,” tambahnya.
Kendati demikian, pihak Dishub tidak menampik adanya kendala teknis di lapangan. Keterbatasan kapasitas ruang terminal serta kondisi arus keluar yang sempat tersendat akibat harus memotong jalur belok kanan menjadi bahan evaluasi untuk penyempurnaan ke depan.
Mubtadi menegaskan bahwa kegiatan ini sejatinya bukanlah program baru, melainkan bentuk penegasan kembali terhadap aturan yang sudah ada demi kepentingan publik.
“Sebetulnya kalau untuk kewajiban ke terminal itu karena memang berangkatnya kan dari sana. Cuma karena selama ini mereka sudah terbiasa berputar-putar di jalan, akhirnya penertiban ini seperti hal baru. Padahal, ini hanya mengingatkan kembali bahwa ada kewajiban untuk mengurangi yang ngetem-ngetem di bahu jalan,” tegasnya.
Pihaknya menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh pihak yang telah kooperatif menyukseskan program ini dan berharap komitmen bersama ini dapat terjaga secara konsisten demi kenyamanan seluruh pengguna jalan.
“Terima kasih kepada semua stakeholder, pengurus jalur, dan para sopir yang mau mengikuti aturan ini. Tanpa peran serta semua pihak, program kami tidak akan berjalan maksimal. Mudah-mudahan ini terus konsisten berjalan ke depan, sehingga kemacetan di Surya Kencana bisa diatasi,” pungkas Mubtadi. ( SH ).
