Gotong Royong Bongkar Rumah Tak Layak Huni, Pemdes Pasir Datar Indah Gerak Cepat Bantu Warga

IMG_20260915_154534

SUKABUMI – TOPIK PUBLIK — Semangat gotong royong kembali ditunjukkan Pemerintah Desa Pasir Datar Indah, Kecamatan Caringin, Kabupaten Sukabumi. Kepala Desa Pasir Datar Indah, Syamsul Aripin, bersama jajaran perangkat desa, kelembagaan desa dan masyarakat turun langsung melakukan pembongkaran rumah tidak layak huni milik warga, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian pemerintah desa terhadap kondisi rumah warga yang membutuhkan penanganan segera. Pembongkaran dipimpin langsung oleh Kepala Desa Syamsul Aripin dan melibatkan masyarakat secara bergotong royong.

Kepala Desa Pasir Datar Indah Syamsul Aripin (Tengah) didampingi Kasi Kesra (Kanan), Anggota LPM (Kiri)

Dalam kegiatan tersebut, Syamsul didampingi Kasi Kesejahteraan Rakyat (Kesra) serta anggota Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Desa Pasir Datar Indah.

Syamsul menjelaskan, rumah milik Bapak Oji sebelumnya telah masuk dan dinyatakan lolos dalam program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS). Namun, sembari menunggu pelaksanaan program tersebut, pemerintah desa bersama masyarakat sepakat mengambil langkah cepat untuk membongkar rumah yang kondisinya sudah tidak layak.

“Alhamdulillah, Pemerintah Desa Pasir Datar Indah berupaya dan mengantisipasi rumah tidak layak huni yang insyaallah akan mendapatkan program BSPS dari Kementerian Perumahan,” ujar Syamsul.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang diterima, pelaksanaan program BSPS diperkirakan mulai berjalan pada Oktober. Namun, kondisi rumah milik Oji menjadi perhatian sehingga melalui hasil musyawarah bersama kelembagaan desa dan masyarakat, disepakati agar proses pembongkaran dilakukan lebih awal.

“Kita sudah bersepakat melalui musyawarah bersama kelembagaan dan masyarakat. Insyaallah kita berupaya secepat mungkin untuk dilaksanakan dan dibangun kembali,” katanya.

Gotong Royong Jadi Kekuatan Desa

Antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari pemerintah desa. Sejumlah warga secara sukarela ikut membantu proses pembongkaran, mulai dari tenaga hingga pekerjaan teknis di lapangan.

Syamsul mengatakan, semangat gotong royong bukan sesuatu yang baru bagi masyarakat Desa Pasir Datar Indah. Budaya tersebut terus dipelihara melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan.

“Di Desa Pasir Datar Indah ini kita sudah terbiasa. Setiap Jumat ada kegiatan Jumat Bersih maupun kerja bakti bersama masyarakat. Terkait kesejahteraan warga, tentunya kami dari pemerintahan desa terus membudayakan kebiasaan gotong royong,” jelasnya.

Ia berharap budaya tersebut terus dipertahankan karena menjadi kekuatan masyarakat dalam membantu warga yang membutuhkan.

“Insyaallah sesuai dengan arahan dari pemerintah, kita akan laksanakan secara permanen,” imbuhnya.

Rumah Dibangun Lebih Kokoh

Untuk pembangunan kembali rumah tersebut, pemerintah desa akan mengupayakan konstruksi yang lebih layak dan permanen. Material yang digunakan tidak lagi menggunakan bilik, melainkan dinding hebel.

Sementara bagian atap akan menggunakan genteng, menyesuaikan konsep pembangunan rumah yang diarahkan melalui program pemerintah.

“Kita akan memakai hebel, tidak memakai bilik. Atapnya juga menggunakan genteng, sesuai dengan program dari pusat, yaitu gentengnisasi,” ungkap Syamsul.

Lebih lanjut, Syamsul menyebut Desa Pasir Datar Indah mendapatkan alokasi program untuk 31 unit rumah. Karena jumlah tersebut cukup banyak, pemerintah desa harus menyusun strategi agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan efektif dan tidak menghambat proses pengerjaan.

“Untuk target pelaksanaan, karena Desa Pasir Datar Indah mendapatkan 31 unit dan harus dilaksanakan secara berbarengan, tentunya kita akan mengambil inisiatif dan strategi bagaimana pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Langkah cepat yang dilakukan Pemerintah Desa Pasir Datar Indah bersama masyarakat tersebut menjadi gambaran bahwa kepedulian terhadap warga tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kekuatan kebersamaan dan gotong royong.

Di tengah keterbatasan, masyarakat bersama pemerintah desa membuktikan bahwa semangat saling membantu masih menjadi kekuatan penting dalam mewujudkan hunian yang lebih layak dan aman bagi warga. (YL)