Festival Kopi Kabupaten Sukabumi Dorong Potensi Kopi Lokal Tembus Pasar Internasional
Sukabumi—Topikpubliknews.com Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus mendorong pengembangan komoditas kopi sebagai salah satu potensi unggulan daerah. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui Festival Kopi Kabupaten Sukabumi yang digelar di Bumi Mandiri Center, Kamis (3/9/2026).

Bupati Sukabumi Drs. H. Asep Japar, M.M., didampingi Dandim 0622 Letkol Inf. Agung Ariwibowo, S.Hub.Int., serta Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagin) Kabupaten Sukabumi Dani Tarsoni, S.T., M.T., hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Bupati Asep Japar menegaskan bahwa pengembangan kopi membutuhkan kolaborasi dan komunikasi yang semakin kuat antara pemerintah, petani, pelaku usaha, serta berbagai pihak terkait.
Menurutnya, Kabupaten Sukabumi memiliki potensi perkebunan kopi yang cukup besar. Bahkan, produk kopi dari Sukabumi tidak hanya dikenal di daerah sendiri, tetapi telah dipasarkan hingga ke luar daerah.
“Kopi ini memiliki potensi yang luar biasa. Banyak produk kopi dari Sukabumi yang sudah keluar daerah. Kita ingin terus memberikan semangat kepada para petani kopi agar potensi ini bisa semakin berkembang,” ujar Asep Japar.

Ia mengatakan, pemerintah daerah juga tengah melakukan pendataan terhadap sejumlah lahan, termasuk lahan Hak Guna Usaha (HGU) yang belum dimanfaatkan secara optimal. Pendataan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mencari peluang agar lahan yang tersedia dapat diberdayakan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya para petani.
“Kita sedang melakukan pendataan terhadap tanah-tanah yang ada. Mudah-mudahan ke depan lahan yang memungkinkan bisa diberdayakan oleh para petani,” jelasnya.
Asep menambahkan, pengembangan komoditas kopi juga terbuka untuk dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai daerah, termasuk dengan wilayah perkotaan. Kabupaten Sukabumi memiliki banyak petani dan lahan perkebunan, sementara daerah perkotaan memiliki potensi sebagai pasar dan pusat perdagangan.
“Kalau untuk kolaborasi tentu sangat memungkinkan. Petani kopi di Kabupaten Sukabumi cukup banyak. Hasilnya nanti bisa dipasarkan dan dikembangkan melalui berbagai jaringan,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Sukabumi Dani Tarsoni menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus memberikan dukungan terhadap pelaku usaha dan eksportir kopi lokal.
Menurutnya, upaya mendorong produk kopi Sukabumi masuk ke pasar internasional telah dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui berbagai kegiatan promosi dan fasilitasi yang digelar setiap tahun.
“Kita terus mendukung. Dari Dinas Perdagangan dan Perindustrian, kegiatan seperti ini juga kita lakukan setiap tahun untuk mendorong produk kopi agar bisa masuk pasar internasional,” ungkap Dani.
Ia menyebutkan, sejumlah produk kopi Kabupaten Sukabumi bahkan telah dipasarkan ke luar negeri. Namun, terkait jumlah volume ekspor secara keseluruhan, pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut.
“Beberapa produk kita sudah ada yang diekspor. Untuk jumlah tonase per tahun, datanya masih kita himpun,” ujarnya.
Festival Kopi Kabupaten Sukabumi diharapkan tidak hanya menjadi ajang promosi produk kopi lokal, tetapi juga menjadi ruang bertemunya petani, pelaku UMKM, pengusaha, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan untuk memperkuat ekosistem kopi di Kabupaten Sukabumi.
Dengan potensi lahan dan jumlah petani yang dimiliki, pemerintah daerah optimistis komoditas kopi dapat terus berkembang sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan membuka peluang pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
(YL)
