Wali Kota Dorong RT, RW dan Karang Taruna Cibeureum Hilir Jadi Motor Penggerak Pembangunan dan Lingkungan Bersih
KOTA SUKABUMI — TOPIK PUBLIK Pemerintah Kota Sukabumi terus memperkuat peran masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah melalui kolaborasi antara RT, RW, dan Karang Taruna.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Sukabumi H. Ayep Zaki saat menghadiri sekaligus menjadi narasumber pada Kegiatan Pemberdayaan Karang Taruna Tingkat Kelurahan Cibeureum Hilir, yang berlangsung di Ruang Pertemuan (Ruper) Kelurahan Cibeureum Hilir, Rabu (26/8/2026).

Kegiatan tersebut sekaligus diisi dengan edukasi bagi RT, RW, dan Karang Taruna dengan tema “Peran RT RW dalam Membangun Lingkungan Bebas Sampah Kelurahan Cibeureum Hilir.”
Hadir pada kegiatan Camat Cibeureum Yanwar Ridwan, S.IP., Lurah Cibeureum Hilir Suhendar, S.IP., Wakil Ketua Karang Taruna Kota Sukabumi, narasumber dari Kejaksaan Negeri Sukabumi, Babinsa, Bhabinkamtibmas Kelurahan Cibeureum Hilir, serta para pengurus Karang Taruna dan unsur masyarakat.
Kelurahan Cibeureum Hilir merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Cibeureum yang memiliki struktur kewilayahan cukup besar, dengan 12 RW dan 53 RT.
Kondisi tersebut menjadikan kolaborasi antara pemerintah kelurahan, pengurus RT dan RW, Karang Taruna, serta masyarakat memiliki posisi strategis dalam menjaga ketertiban, kebersihan, sekaligus mendorong percepatan pembangunan di tingkat lingkungan.
Dalam arahannya, Wali Kota Sukabumi menegaskan bahwa RT, RW, dan Karang Taruna bukan sekadar unsur pelengkap pemerintahan, tetapi merupakan mitra penting pemerintah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan dan persoalan masyarakat.
Menurutnya, berbagai persoalan kota tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah. Dibutuhkan keterlibatan aktif masyarakat, terutama para pengurus kewilayahan yang memahami kondisi dan kebutuhan warga secara langsung.
“Keberhasilan pembangunan adalah hasil kerja bersama. Pemerintah membutuhkan dukungan RT, RW, Karang Taruna dan seluruh masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” ujar Ayep Zaki.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menyampaikan bahwa kesadaran dan kepatuhan terhadap hukum menjadi salah satu indikator penting dalam penyelenggaraan pemerintahan.
Ia menyebut indikator terkait persoalan hukum di Kota Sukabumi mencapai 96,5, yang menunjukkan adanya upaya birokrasi untuk menjalankan pemerintahan sesuai dengan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, berbagai capaian layanan sosial dan pembangunan terus mengalami peningkatan. Kota Sukabumi bahkan disebut berada pada peringkat keempat di Jawa Barat dalam sektor pariwisata.
Ayep Zaki menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras dan konsisten. Pemerintah saat ini terus fokus menangani sejumlah persoalan strategis, di antaranya stunting, kemiskinan ekstrem, pengangguran, penyandang disabilitas, serta pembangunan infrastruktur.
Untuk mendukung penyelesaian berbagai persoalan tersebut, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Karena itu, jajaran camat, lurah, Lembaga Kemasyarakatan Kelurahan (LKK), RT, RW, dan Karang Taruna diharapkan ikut membantu menyosialisasikan berbagai program pemerintah, seperti opsen, PBB-P2, program Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI), BAZNAS, hingga gerakan menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Khusus persoalan lingkungan, peran RT dan RW dinilai sangat penting karena berada paling dekat dengan masyarakat. Edukasi mengenai pengelolaan sampah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari melalui kebiasaan memilah sampah, mengurangi sampah dari sumbernya, serta menjaga kebersihan lingkungan secara bersama-sama.
Karang Taruna juga didorong mengambil peran lebih aktif sebagai penggerak generasi muda. Kreativitas dan energi anak muda diharapkan dapat diarahkan untuk menghadirkan berbagai kegiatan sosial, kebersihan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi warga.
Wali Kota turut menekankan pentingnya kepemimpinan yang berpegang pada kebenaran, kejujuran, dan keadilan. Ia juga menyampaikan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan terhadap perangkat daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam pengelolaan pemerintahan, berbagai layanan dan data juga terus diarahkan menggunakan sistem digital, termasuk melalui AI Sukasai, sebagai bagian dari upaya meningkatkan efektivitas dan kualitas pelayanan publik.
Di akhir kegiatan, Wali Kota Sukabumi secara resmi membuka Kegiatan Pemberdayaan Karang Taruna Tingkat Kelurahan Cibeureum Hilir. Pada kesempatan yang sama, ia menyerahkan penghargaan secara simbolis kepada para juara perlombaan kebersihan dan gapura sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan sekaligus memperindah lingkungan.
Dengan dukungan 12 RW dan 53 RT, Kelurahan Cibeureum Hilir memiliki potensi besar untuk menjadi contoh penguatan kolaborasi masyarakat di tingkat kewilayahan. Sinergi antara pemerintah kelurahan, RT, RW, Karang Taruna, aparat kewilayahan, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang tidak hanya bersih dan tertib, tetapi juga aktif dalam mendukung penyelesaian berbagai persoalan pembangunan Kota Sukabumi.
Semangat tersebut menjadi bagian penting dari upaya membangun Kota Sukabumi yang semakin maju, dengan masyarakat yang berdaya, lingkungan yang terjaga, serta kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah dan warga. ( YL)
