Seleksi Pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi Transparansi Pansel Jadi Sorotan

IMG-20260723-WA0103

SUKABUMI- Topikpubliknews.com

Tm BAZNAS RI bersama BAZNAS Provinsi Jawa Barat. Melakukan Verifikasi Faktual terhadap 10 Calon Pimpinan Baznas Kota Sukabumi di ruang Rapat Hotel Laska Jalan Bhayangkara Kota Sukabumi Kamis (23/7/2026).

Selain menguji kompetensi pengelolaan zakat, tim juga menilai integritas, rekam jejak, kemampuan manajerial, kepemimpinan, serta kepatuhan terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat sebelum dipilih lima nama yang akan direkomendasikan kepada Wali Kota Sukabumi untuk ditetapkan sebagai komisioner Baznas Kota Sukabumi Periode 2026 – 2030.

Pembina BAZNAS Provinsi Jawa Barat, Rizaludin Kurnia, menegaskan rekomendasi BAZNAS RI menjadi syarat wajib sebelum Wali Kota menerbitkan Surat Keputusan (SK) pengangkatan pimpinan BAZNAS.

Menurutnya, proses ini bertujuan memastikan calon yang terpilih memiliki kapasitas dan kredibilitas dalam mengelola dana umat. Namun, di balik tahapan seleksi tersebut, transparansi hasil penilaian menjadi perhatian publik.

“Masyarakat menaruh harapan agar proses seleksi tidak hanya memenuhi aspek administratif, tetapi juga benar-benar menghasilkan pimpinan yang berintegritas, profesional, independen, dan mampu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat,”ujarnya kepada wartawan.

Ketua Panitia Seleksi, Fajar Rajasa mengatakan. Seluruh proses rekruitmen dilaksanakan secara profesional, transparan, dan akuntabel sesuai Peraturan Menteri Agama Nomor 10 Tahun 2025. Fajar menjelaskan.Seleksi diawali melalui Sistem Informasi Manajemen Zakat Terpadu (SIMZAT), dilanjutkan seleksi administrasi, uji kompetensi berbasis Computer Assisted Test (CAT), wawancara, hingga verifikasi faktual.

“Dari 24 pendaftar, satu peserta dinyatakan tidak lolos administrasi dan Setelah melalui tahapan seleksi, tersisa 10 calon yang kini bersaing memperebutkan lima kursi pimpinan BAZNAS Kota Sukabumi periode 2026–2030,”jelasnya.

Sementara itu, hasil akhir seleksi akan menjadi tolok ukur komitmen penyelenggara dalam menghadirkan pimpinan BAZNAS yang tidak hanya memenuhi syarat formal,namun demikian juga mampu menjawab tantangan peningkatan penghimpunan dan pendistribusian zakat secara transparan, akuntabel, serta berdampak nyata bagi pengentasan kemiskinan di Kota Sukabumi,”katanya.

(SH).