President Muda Visioner Penggerak Nasional Bangun Diplomasi Strategis Indonesia–Kanada di Bidang Pendidikan dan Perdagangan Internasional

IMG_20260827_132851

JAKARTA — TOPIK PUBLIK 

Pertemuan dengan H.E. Jess Dutton Bahas Penguatan SDM Generasi Muda dan Peluang Ekspor Produk Indonesia ke Pasar Kanada

Upaya memperluas jejaring kerja sama internasional sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam diplomasi ekonomi terus didorong President Muda Visioner Penggerak Nasional. Salah satunya melalui pertemuan strategis bersama H.E. Jess Dutton, Mantan Duta Besar Kanada untuk Indonesia, di Hotel Mulia, Jakarta, (26/8/2026).

Pertemuan tersebut menjadi momentum untuk membahas berbagai peluang kolaborasi Indonesia–Kanada, khususnya di bidang pendidikan, pengembangan kapasitas generasi muda, perdagangan internasional, serta perluasan akses produk unggulan Indonesia ke pasar Kanada.

Diplomasi Generasi Muda Harus Menghasilkan Dampak

Dalam dialog yang berlangsung konstruktif, kedua pihak bertukar pandangan mengenai pentingnya membangun hubungan kerja sama yang tidak berhenti pada pertemuan seremonial, tetapi diarahkan pada program yang konkret, berkelanjutan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat kedua negara.

President MVPN Indra A. Oktariawan bersama Konselor & Kepala Komisaris Perdagangan Sreemoyi ( Sree) Sanyal

President Muda Visioner Penggerak Nasional menyampaikan bahwa nilai generasi muda memiliki posisi strategis dalam membangun jejaring dan jembatan kerja sama antarnegara.

“Generasi muda Indonesia harus berani mengambil peran dalam ruang internasional. Diplomasi hari ini tidak hanya berbicara mengenai hubungan antarpemerintah, tetapi juga bagaimana membangun kepercayaan, membuka jejaring, memperkuat sumber daya manusia, serta menghadirkan produk dan potensi Indonesia ke panggung dunia.”katanya.

Menurut Indra, Kanada memiliki potensi untuk menjadi mitra strategis Indonesia dalam pengembangan pendidikan, inovasi, peningkatan kompetensi generasi muda, hingga perdagangan internasional.

Membuka Peluang Produk Indonesia Menembus Kanada

Salah satu isu penting yang dibahas adalah peluang memperluas ekspor produk Indonesia ke pasar Kanada.

Pembahasan tidak hanya berfokus pada peluang pasar, tetapi juga kesiapan pelaku usaha dan produk Indonesia dalam memenuhi standar internasional. Aspek kualitas, kontinuitas produksi, kemasan, legalitas, standardisasi, branding, hingga kesiapan rantai pasok menjadi bagian penting agar produk Indonesia mampu bersaing.

“Kita ingin membawa produk Indonesia tidak hanya untuk dikenal, tetapi juga memiliki daya saing dan mendapatkan tempat di pasar internasional. Karena itu, ekspor harus dipersiapkan melalui ekosistem yang kuat, mulai dari kualitas produk hingga jejaring perdagangan,” ungkapnya.

Pendidikan Jadi Fondasi Kerja Sama Jangka Panjang

Selain sektor perdagangan, pendidikan menjadi salah satu fokus dalam pembahasan.

Kolaborasi pendidikan dinilai dapat membuka peluang pengembangan kapasitas generasi muda, pertukaran pengetahuan, penguatan kompetensi global, jejaring akademik, serta kerja sama lintas institusi.

Pendidikan juga dipandang sebagai fondasi dalam membangun hubungan Indonesia–Kanada dalam jangka panjang, karena dapat melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi global sekaligus mampu membawa potensi dan kepentingan Indonesia ke tingkat internasional.

Konsep people-to-people diplomacy turut menjadi bagian penting, yakni membangun hubungan bilateral melalui interaksi antarmanusia, komunitas, akademisi, pelaku usaha, dan generasi muda.

Dari Pertemuan Menuju Kolaborasi Nyata

President MVPN saat Pertemuan bersama H.E. Jess Dutton berharap pertemuan ini menjadi pintu masuk bagi penjajakan kerja sama yang lebih luas antara jejaring Indonesia dan Kanada.

Tahapan berikutnya diarahkan pada pemetaan peluang dan penyusunan agenda kolaborasi yang lebih konkret dengan mengedepankan prinsip kesetaraan, saling menghormati, kepentingan bersama, serta manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kita ingin membangun jembatan, bukan sekadar melakukan pertemuan. Setiap dialog internasional harus memiliki arah dan tujuan yang jelas—bagaimana pendidikan diperkuat, generasi muda diberdayakan, dan produk Indonesia mampu menembus pasar dunia,” tegasnya.

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong diplomasi generasi muda yang progresif, konstruktif, dan berorientasi pada kepentingan nasional, sekaligus membuka ruang yang lebih luas bagi Indonesia untuk memperkuat jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan dan perdagangan. ( YL)