Warga Cikembar Keluhkan Dugaan Pencemaran Kali Cibojong, Desak DLH Kabupaten Sukabumi Segera Bertindak
SUKABUMI – TOPIK PUBLIK
Warga Kampung Cikaret, Desa Bojong, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, mengeluhkan kondisi aliran Kali Cibojong yang diduga tercemar limbah dari aktivitas pemotongan batu hijau di sejumlah titik.
Akibatnya, sumber air yang selama ini digunakan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari berubah warna menjadi hijau kebiruan dan keruh, sehingga tidak lagi layak dimanfaatkan.

Keluhan tersebut disampaikan warga saat diwawancarai wartawan pada Sabtu (18/7/2026). Mereka mengaku kondisi itu telah berlangsung cukup lama dan semakin parah saat musim kemarau karena debit air berkurang, sementara dugaan limbah tampak semakin pekat.
Selain menyulitkan aktivitas mencuci, mandi, dan kebutuhan rumah tangga lainnya, warga juga khawatir pencemaran tersebut dapat berdampak terhadap kesehatan apabila terus dibiarkan.

Salah seorang warga, Bubun (52), mengatakan masyarakat tidak menolak keberadaan perusahaan. Namun, menurutnya, aktivitas usaha harus tetap memperhatikan kelestarian lingkungan dan kebutuhan masyarakat yang bergantung pada aliran Kali Cibojong.
“Kami bukan melarang perusahaan beroperasi. Silakan usaha berjalan, tetapi lingkungan juga harus dijaga. Sekarang musim kemarau, air sungai ini dipakai warga. Kalau kondisinya seperti ini, masyarakat yang dirugikan,” ujarnya.
Bubun menjelaskan, air dari Kali Cibojong dimanfaatkan oleh warga di beberapa kampung hingga mengalir ke kawasan pesantren. Namun kini banyak warga memilih pulang tanpa mengambil air karena khawatir terhadap kualitasnya.
“Harapan kami sederhana, carikan solusi. Warga juga punya hak mendapatkan air bersih. Jangan sampai kepentingan masyarakat diabaikan,” tegasnya.
Keluhan serupa disampaikan Wahyu (42). Ia mengaku sebelum kondisi seperti sekarang, air Kali Cibojong masih cukup jernih untuk digunakan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Dulu airnya masih bersih. Sekarang musim kemarau, air berubah warna sehingga ibu-ibu yang mau mencuci atau mandi banyak yang akhirnya pulang karena airnya tidak bisa dipakai,” katanya.
Menurut Wahyu, masyarakat hanya berharap adanya kepedulian dari pihak perusahaan terhadap lingkungan sekitar.
“Saya tidak mempermasalahkan pengusaha. Silakan berusaha, tetapi tolong perhatikan juga lingkungan dan masyarakat yang memanfaatkan air ini setiap hari. Kami hanya meminta solusi,” ujarnya.

Atas kondisi tersebut, warga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi segera turun ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan kualitas air, menelusuri sumber dugaan pencemaran, serta mengambil langkah sesuai ketentuan apabila ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan lingkungan hidup.
Warga juga berharap pemerintah daerah tidak tinggal diam terhadap persoalan yang telah berlangsung cukup lama. Mereka menginginkan adanya kepastian penanganan agar masyarakat kembali memperoleh akses terhadap air bersih yang aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak perusahaan yang diduga menjadi sumber limbah maupun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sukabumi belum memberikan keterangan resmi. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi kepada pihak-pihak terkait guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.
( YL)
